(Bagian 6)
Oleh;Irwansyah Nasution.
Secara mengejutkan pernyataan Gubernur Sumut Boby Nasution di Musrenbang yang di hadiri Mendagri memberi pengakuan politik terhadap legitimasi Baharudin Siagian sebagai tokoh pemekaran Sumatera Pantai Timur sekaligus penobatan gelar tokoh inisiatip dalam wacana pemekaran salah satu DOP di Sumatera Utara.,mengapa bisa demikian ?
Kajian politik selalu mengatakan adagium, apa yang terlihat di permukaan selalu di sembunyikan sebagai bentuk kesepakatan yang akan di kompromikan kemudian apalagi Boby mengunakan politik satir dan humoris memberikan sinyal kuat bahwa akan ada deal deal yang akan di bahas dan mungkin saja disepakati bukankah dalam politik selalu berlaku aturan art of Possible yakni seni merangkai kemungkinan.
Ada beberapa alasan kuat memberikan indikasi dukungan tersebut pertama ,pernyataan itu di sampaikan pada forum resmi kenegaraan ini bukanlah penyampaian sembarangan dalam pidato resmi Bobby di acara khusus berbeda sekali kalau kita lihat rencanakan pemekaran daerah lain di Sumut tanpa ada kutipan atau pesan khusus penyampaian di depan Mendagri seperti wacana pemekaran di propinsi Sumut lainnya.
Hal lain perlu di cermati Bobby mengemukakan pernyataan di depan Baharudin dan seluruh kepala daerah Se-Sumut dan para elit pemerintahan lainnya dapat dianggap Bobby memberikan panggung khusus tentang wacana pemekaran Propinsi Sumatera Pantai Timur menimbulkan Stigma bahwa tokoh besar di balik semua itu di tujukan pada Baharuddin Siagian sebagai inisiator mumpuni dalam percaturan di Sumatera Utara.Ini modal politik dari personal branding Baharuddin menjadi tokoh sentral di mata elit Sumut dan pusat dalam hal ini diwakilkan Mendagri Tito Karnavian.
Yang lebih menguatkan lagi dugaan kuat akan terjadi lompatan besar dalam hal pemekaran Sumatera Pantai Timur bahwa yang melemparkan dan yang kena lempar adalah dua tokoh dari partai penguasa yang sama yakni kader partai Gerindra jadi semua itu memberikan pesan kode ke publik jangan buru buru mengambil kesimpulan bahwa ada pertentangan dari dua tokoh publik tersebut, yang ada kepentingan politik yang sama dari satu partai untuk konsolidasi politik kedepan.
Dari hal analisa ini terlihat sekali bahwa bisa jadi Bobby sengaja menggunakan tehnik politik” peselancar “,anda menunggu ombak datang untuk kemudian di tunggangi berselancar di atas riak politik hingga melahirkan kemungkinan baru yang tak di duga sebelumnya oleh publik Under estimate di bawah dugaan menjadi menggulung menggunung menuju sasaran pantai di mana semua di kembalikan pada Baharudin Siagian mampukah berselancar politik di balik isu yang di lemparkan Bobby padanya.?.
Kini wacana pemekaran Propinsi Sumatera Pantai Timur benar benar bergelinding ,secara hukum dan regulasi itu hal tehnis apa yang di sebutkan sesuai UU Pemekaran,maupun PP 78 tahun 2007 termasuk kajian akademik sebagai penelitian awal yang di isyaratkan hanyalah nyanyian rindu karena tidak di perlukan berkontestasi radikal dalam politik kepentingan elit ha.ha.ha..
Analis Politik
Direktur LKPI
( Lembaga Kajian Pembangunan Indonesia)













