Taput – Tabloidpolmaspoldasu.id
Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Simangumban sejak Rabu sore (22/4) memicu banjir bandang yang menerjang permukiman warga di Desa Simangumban Julu dan Desa Aek Nabara, Kabupaten Tapanuli Utara.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu diawali dengan meluapnya aliran sungai akibat tingginya intensitas hujan yang berlangsung tanpa henti disertai angin kencang. Arus deras bercampur lumpur dan material kayu menerjang rumah-rumah warga dan menyebabkan kepanikan.
Berdasarkan data sementara, sebanyak tiga unit rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus dan hilang tanpa bekas. Selain itu, sebanyak 35 unit rumah lainnya mengalami kerusakan sedang akibat terjangan banjir dan material lumpur yang masuk ke dalam rumah.
Situasi semakin mencekam saat aliran listrik di wilayah tersebut padam total, sehingga proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap gulita. Warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai berusaha menyelamatkan diri dengan membawa barang-barang seperlunya.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapanuli Utara, Binhot Aritonang, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa tingginya curah hujan menjadi penyebab utama meluapnya sungai hingga masuk ke permukiman warga.
“Intensitas hujan yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga,” ujarnya saat meninjau lokasi bencana.
Meski banjir bandang terjadi cukup hebat, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, satu orang warga dilaporkan mengalami luka-luka dan saat ini sedang dalam penanganan medis.
Tim gabungan dari BPBD, Dinas Perkim, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, Polri, serta masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan evakuasi warga dan penanganan darurat di lokasi bencana.
Warga yang terdampak dievakuasi ke tempat yang lebih aman, yakni Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara yang dijadikan sebagai lokasi pengungsian sementara.
Hingga Kamis pagi (23/4), alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan material banjir yang sempat menutup akses Jalan Lintas Sumatera. Dapur umum juga telah didirikan guna memenuhi kebutuhan logistik para pengungsi.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga Simangumban kini hanya bisa berharap cuaca segera membaik dan aktivitas masyarakat dapat kembali normal setelah musibah yang meninggalkan luka mendalam tersebut.







