Siborongborong – Tabloidpolmaspoldasu.id
Keseriusan salah satu mitra Badan Gizi Nasional (BGN) di Kecamatan Siborongborong dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai petunjuk teknis (juknis) kembali dibuktikan. Salah satu dapur mitra BGN, yakni Dapur Sitabotabo, resmi menerima Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara pada Rabu (22/4/2026).
Penyerahan sertifikat tersebut dilakukan langsung oleh perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, yang dihadiri oleh Butarbutar bersama tim dari dinas kesehatan. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa dapur mitra tersebut telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, dan sanitasi sesuai ketentuan yang berlaku dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis.
SLHS sendiri merupakan dokumen penting yang menunjukkan bahwa suatu dapur atau tempat pengolahan makanan telah layak secara higienis dan sanitasi, sehingga makanan yang diproduksi aman untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya para penerima manfaat program MBG.
Penerimaan sertifikat ini juga menjadi bukti nyata bahwa pemilik Dapur Sitabotabo, Tumpal Sinaga RO, sangat serius dalam mengikuti seluruh aturan dan juknis yang telah ditetapkan oleh BGN. Di tengah situasi yang saat ini tengah berkembang terkait persoalan internal di bawah naungan Yayasan Bisukma, khususnya mengenai koperasi dan supplier, pihak dapur tetap fokus menjalankan tugas utamanya dalam menyediakan makanan bergizi yang aman dan berkualitas.
Salah satu tokoh masyarakat Bangkit turut memberikan apresiasi terhadap keberadaan dan pengelolaan Dapur Sitabotabo. Ia menilai komitmen pemilik dapur dalam menjaga kualitas pelayanan patut diapresiasi.
“Ini adalah bukti bahwa pemilik dapur benar-benar serius menjalankan program pemerintah. Bukan hanya sekadar menjalankan, tetapi juga memastikan semua sesuai aturan dan standar kesehatan. Kami masyarakat tentu sangat mendukung langkah seperti ini,” ujarnya.
Selain itu, aspirasi juga datang dari masyarakat bernama Fulkacino yang menyampaikan harapannya kepada Yayasan Bisukma agar persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan secara bijaksana tanpa mengganggu jalannya program MBG.
Ia menilai bahwa persoalan yang sedang terjadi seharusnya tidak melebar dan melibatkan pihak-pihak yang tidak berkaitan langsung, terutama pemilik dapur yang hanya fokus menjalankan operasional sesuai tugas masing-masing.
“Masalah yang sekarang terjadi sebenarnya hanya antara koperasi dengan supplier atau pemasok bahan baku. Pemilik dapur tidak seharusnya ikut terseret dalam persoalan itu. Yang kami lihat, pemilik Dapur Sitabotabo tetap fokus bekerja dan tidak mencampuri urusan supplier,” katanya.
Hal senada juga disampaikan langsung oleh pemilik Dapur Sitabotabo, Tumpal Sinaga RO. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah ikut campur dalam urusan supplier maupun pemasok bahan baku, karena hal tersebut merupakan ranah koperasi.
“Saya tidak pernah mencampuri urusan supplier atau pemasok bahan baku ke dapur ini. Bahkan satu pun supplier saya tidak kenal. Itu sudah menjadi ranah koperasi, dan saya fokus hanya pada operasional dapur sesuai juknis yang ada,” tegasnya.
Tumpal juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara atas dukungan dan penyerahan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi tersebut. Menurutnya, sertifikat ini menjadi motivasi besar untuk terus menjaga kualitas pelayanan dapur demi mendukung keberhasilan program pemerintah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Tapanuli Utara atas kepercayaan dan dukungan ini. Sertifikat ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dengan baik, menjaga kualitas makanan, kebersihan dapur, dan menjalankan program MBG sesuai aturan yang berlaku,” tutupnya.









