TAPANULI UTARA — TABLOIDPOLMASPOLDASU.ID
Sebuah foto seorang laki-laki bersama seorang perempuan yang beredar di media sosial menuai beragam komentar dan spekulasi. Foto tersebut bahkan dikaitkan dengan narasi dugaan perselingkuhan.
Menanggapi hal itu, DS selaku istri sah laki-laki yang berada dalam foto memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak keberatan dengan foto tersebut dan membantah adanya hubungan khusus sebagaimana spekulasi yang berkembang.
“Saya tidak keberatan dengan foto tersebut. Tidak ada dasar yang kuat untuk menyatakan bahwa foto itu adalah bukti perselingkuhan,” ujar DS.
Menurut DS, kedua orang dalam foto tersebut merupakan teman yang telah saling mengenal. Keduanya diketahui merupakan alumni SMP dari sekolah yang sama dan juga memiliki hubungan dalam lingkungan pekerjaan.
DS juga mengatakan dirinya memahami posisi suaminya sebagai pejabat publik yang dalam menjalankan tugas tentu berinteraksi dengan banyak pihak.
“Wajar saja berfoto bersama. Mereka saling mengenal, pernah satu sekolah dan juga merupakan rekan kerja. Sebuah foto tidak bisa langsung dijadikan bukti perselingkuhan,” tegasnya.
FOTO DIAMBIL DI HUMBANG HASUNDUTAN
Informasi yang disampaikan pihak terkait menyebutkan, foto tersebut diambil saat berada di Kabupaten Humbang Hasundutan, tepatnya di salah satu lokasi wisata yang disebut Tuan Nagani.
Setelah beredar di media sosial, foto tersebut kemudian mendapat berbagai tanggapan. Sejumlah narasi yang muncul mengarah pada dugaan adanya hubungan khusus antara kedua orang tersebut.
Namun, DS meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan sebuah foto.
“Tidak ada yang perlu ditutupi. Saya sebagai istri tidak keberatan sama sekali dengan foto itu. Tidak ada perselingkuhan seperti yang dinarasikan,” katanya.
DS menilai sebuah foto tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti adanya perselingkuhan tanpa adanya fakta atau bukti lain yang mendukung.
DS MINTA PUBLIK BIJAK
DS mengimbau masyarakat dan pengguna media sosial agar lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar, khususnya informasi yang menyangkut kehidupan pribadi dan nama baik seseorang.
“Dugaan tetaplah dugaan dan tidak boleh dianggap sebagai fakta tanpa bukti yang jelas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak ikut menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat menimbulkan dampak terhadap nama baik pribadi maupun keluarga.
Klarifikasi tersebut disampaikan DS untuk meluruskan spekulasi yang berkembang. Berdasarkan keterangannya, hubungan kedua orang dalam foto tersebut sebatas pertemanan, sesama alumni dan rekan kerja.
“Stop menyebarkan fitnah dan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari sama-sama bijak dalam menggunakan media sosial dan menjaga nama baik sesama,” pungkasnya.













