TAPANULI UTARA./ POLMAS POLDASU.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat. Aspek kebersihan, higiene, sanitasi, serta keamanan pangan juga menjadi bagian penting yang harus dipastikan dalam setiap tahapan penyelenggaraannya.
Setiap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dituntut memenuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari kondisi dapur, kebersihan peralatan dan bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga pendistribusian makanan serta pengelolaan limbah.
Selain sarana dan proses pengolahan, kebersihan pribadi para pekerja atau karyawan SPPG juga menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.
Di wilayah Tapanuli Utara, aspek kebersihan dan higiene para karyawan yang terlibat dalam pengolahan makanan MBG dinilai masih memerlukan pembenahan. Hal ini menjadi perhatian karena pekerja merupakan bagian langsung dari proses penyediaan makanan yang nantinya dikonsumsi oleh para penerima manfaat.
Dalam pengamatan di lapangan, senin 10/8/2026 terdapat sorotan terhadap kondisi kebersihan sejumlah pekerja yang terlihat sedang menjalankan aktivitas pengolahan makanan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana penerapan standar kebersihan pribadi benar-benar dilakukan sebelum pekerja menangani makanan.
Bahkan, apabila terdapat pekerja yang menjalankan tugas dalam kondisi kebersihan diri yang dinilai belum memadai, termasuk dugaan belum membersihkan diri sebelum bekerja, hal tersebut tentu perlu menjadi perhatian serius. Namun, kondisi tersebut tetap perlu diklarifikasi kepada pengelola SPPG maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap pengawasan agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Yang juga menjadi sorotan adalah fungsi pengawasan terhadap penerapan standar higiene di lapangan. Sebab, ketentuan mengenai kebersihan tidak cukup hanya tercantum dalam prosedur, tetapi harus benar-benar diterapkan dan diawasi dalam kegiatan sehari-hari.
Pekerja yang menangani makanan semestinya memastikan tubuh, tangan dan pakaian kerja dalam keadaan bersih sebelum memasuki area pengolahan. Penggunaan perlengkapan kerja serta penerapan prosedur higiene yang sesuai juga diperlukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi makanan.
Kondisi tersebut semakin penting karena pekerja yang bersentuhan langsung dengan makanan memiliki peran dalam menjaga keamanan pangan. Kelalaian dalam menjaga kebersihan diri berpotensi menjadi salah satu sumber kontaminasi yang dapat memengaruhi kualitas makanan yang dikonsumsi penerima manfaat.
Karena itu, penerapan standar kebersihan dan higiene bagi karyawan MBG di Tapanuli Utara masih perlu diperkuat dan dibenahi secara serius. Pengawasan hendaknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika dilakukan pemeriksaan atau monitoring tertentu.
Publik juga tentu berharap pihak pengelola SPPG dan instansi terkait memberikan perhatian terhadap pembinaan para pekerja, termasuk memastikan setiap karyawan memahami dan menjalankan prosedur kebersihan diri sebelum maupun selama menangani makanan.
Badan Gizi Nasional (BGN) telah menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Oleh sebab itu, pengawasan tidak semestinya hanya melihat makanan yang telah selesai diproduksi, tetapi mencakup seluruh rangkaian proses, mulai dari penerimaan bahan baku, kebersihan pekerja, proses pengolahan, sanitasi dapur, penyimpanan hingga distribusi.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan melakukan pengawasan secara konsisten dan terbuka untuk memastikan seluruh SPPG di Tapanuli Utara memenuhi persyaratan yang berlaku. Apabila ditemukan kekurangan dalam penerapan standar kebersihan maupun keamanan pangan, evaluasi dan pembenahan perlu segera dilakukan.
Program MBG merupakan program yang menyentuh kepentingan masyarakat luas, khususnya anak-anak sebagai penerima manfaat. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab untuk memastikan makanan yang disajikan tidak hanya bergizi, teta













