Klrarikasi Pangkalan BBM Di Cikampak, Antara Tuduhan, Prosedur Masuk Lokasi, Dan Keterlibatan Kepentingan 

Labuhanbatu Selatan | Tabloid Polmas Poldasu

 

Pengusaha jasa angkutan tandan buah segar, Aseng, akhirnya memberikan penjelasan terkait isu yang berkembang di masyarakat, yang juga menjadi bahasan dalam liputan yang disampaikan Pirnas TV. Perlu ditegaskan bahwa Tabloid Polmas Poldasu tidak membuat tuduhan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, melainkan hanya menyajikan informasi sesuai konteks dan narasi yang muncul di lapangan serta keterangan dari pihak-pihak terkait.

 

Isu ini bermula dari perhatian terhadap aktivitas di gudang pangkalan milik Aseng yang terletak di belakang kawasan Cikampak. Dalam sesi klarifikasi yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, pihak Aseng dengan tegas membantah telah menggunakan Bio Solar bersubsidi untuk kebutuhan operasional armadanya.

 

Sesi klarifikasi tersebut difasilitasi oleh tim media Pirnas TV, dan terlihat hadir petugas APH Polres Labuhanbatu Selatan. Menurut Humas Aseng, Saiman Siregar, kehadiran pihak luar ini merupakan wujud keterbukaan manajemen terhadap perhatian publik. Pirnas TV kemudian menayangkan rekaman wawancara itu di media sosial Facebook, yang selanjutnya tersebar luas di tengah masyarakat.

 

Narasi Pembelaan: “Kami Menggunakan Minyak Industri”

 

Dalam wawancara yang terekam, Saiman Siregar menyampaikan bahwa pandangan yang mengaitkan perusahaannya dengan penimbunan BBM bersubsidi adalah tidak tepat.

 

“Kami mendengar kabar yang beredar, menyebut kami diduga menimbun BBM jenis Bio Solar bersubsidi. Padahal kenyataannya, kami tidak pernah menimbun maupun menggunakan BBM tersebut. Sejak awal beroperasi, kami selalu memakai minyak jenis industri,” ujar Saiman Siregar.

 

Ia pun mengajak pewawancara dari Pirnas TV untuk melakukan pengujian di laboratorium terhadap sampel yang telah disiapkan. “Kami menyambut baik kehadiran Bapak-bapak sekalian dari Pirnas TV. Sampel minyak sudah kami siapkan dari tangki yang sama yang sebelumnya sempat terfoto. Silakan dibawa ke laboratorium mana pun untuk membuktikan kebenarannya,” tambahnya.

 

Iptu CH. Suhartono dari Unit Tipiter Polres Labuhanbatu Selatan yang hadir di lokasi membenarkan proses pengambilan sampel tersebut. “Setelah kami periksa dan mengambil sampelnya, nanti akan kami kirimkan untuk diuji di laboratorium. Sesuai keterangan pemilik, cairan itu adalah minyak industri,” jelas Iptu Suhartono.

 

Kontradiksi Fakta: Temuan 20 Juni Berbeda dengan Kondisi 23 Juni

 

Tampilan layar Pirnas TV memperlihatkan adanya mobil tangki BBM nonsubsidi yang sedang menyalurkan BBM ke dalam tong segi empat di area gudang pangkalan milik Aseng. Pengamatan pada 20 Juni 2026 menunjukkan kondisi yang berbeda dibandingkan saat sesi klarifikasi berlangsung.

 

Ketika Tabloid Polmas Poldasu mendokumentasikan keadaan, terlihat tersusun tong besar segi empat dengan kapasitas diperkirakan masing-masing 1.000 liter. Satu tong terisi penuh cairan berwarna gelap pekat yang secara kasat mata mirip dengan Bio Solar bersubsidi, satu lagi terisi setengah bagian, dan sisanya dalam keadaan kosong. Di sekitar area gudang juga terlihat banyak jerigen kosong, yang mengindikasikan baru saja terjadi aktivitas pemindahan cairan dalam jumlah cukup besar.

 

Keadaannya berubah drastis saat sesi klarifikasi digelar pada 23 Juni. Tong-tong tersebut kini terisi seragam dengan cairan berwarna kuning bening, sama persis dengan sampel yang dituangkan ke dalam botol Aqua untuk diperlihatkan. Jejak ratusan jerigen kosong pun sudah tidak terlihat lagi, seolah tidak pernah ada sebelumnya.

 

Kejanggalan semakin terasa ketika pihak pengusaha tidak dapat menunjukkan dokumen resmi yang sah, baik berupa izin penyimpanan maupun catatan pembelian minyak industri, saat diminta dalam sesi tersebut. Selain itu, jalannya sesi lebih banyak membahas bantahan terhadap isu yang beredar tanpa menyinggung perubahan kondisi fisik yang terjadi hanya dalam rentang waktu tiga hari.

 

Selain itu, Pirnas TV kembali menayangkan video yang menampilkan Aseng Group sedang melaporkan ke Polres Labuhanbatu Selatan. Dalam tayangan yang beredar di medsos TikTok tersebut, menampilkan Saiman Siregar selaku Humas Aseng sedang berada di kantor Polres Labuhanbatu Selatan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya membuat laporan pengaduan masyarakat terkait pemberitaan dan tindakan wartawan yang dianggap masuk ke area gudang pangkalan milik Aseng tanpa izin serta mengambil foto di lokasi tersebut.

 

Dalam tayangan yang sama, juga terdapat sesi konfirmasi terhadap Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat PKRN, Jonfiter. Pewawancara meminta tanggapan terkait pemberitaan dugaan penimbunan BBM di gudang milik Aseng. Dalam pernyataannya, Jonfiter terlihat mewakili keberatan pihak Aseng dan meminta Polres Labuhanbatu Selatan memproses hukum wartawan yang masuk ke area gudang tanpa izin.

 

Ketika tim jurnalistik bersama Tabloid Polmas Poldasu memasuki area gudang pangkalan milik Aseng yang terletak di belakang kawasan Cikampak, wartawan diminta menunjukkan identitas oleh penjaga yang mengaku bertugas sebagai satpam. Pada saat itu, kartu pers difoto oleh petugas penjaga, dan satpam tersebut juga menyerahkan nomor telepon selulernya. Hal ini menjadi penjelasan untuk meluruskan tuduhan yang disampaikan Pirnas TV, bahwa wartawan memasuki lokasi setelah melalui proses pemeriksaan dan pencatatan identitas, sehingga bukan merupakan tindakan masuk tanpa izin.

 

Jonfiter selaku pimpinan Pirnas TV sekaligus Ketua LSM PKRN juga merupakan pemborong jasa perawatan dan pemupukan di lingkungan PTPN IV Regional I Palmco Labuhanbatu Selatan. Ia memiliki sejumlah media daring dan beraktivitas secara luas di wilayah tersebut, khususnya di lingkungan perkebunan. Di kalangan pelaku usaha dan lingkungan kerja perkebunan, namanya dikenal memiliki akses ke berbagai pihak serta terlibat dalam sejumlah urusan yang menyentuh kepentingan bersama, sehingga posisinya sering kali menjadi perhatian terkait keterkaitan antara kepentingan usaha, aktivitas media, dan peran organisasi yang dipimpinnya. Kehebatannya terlihat bukan hanya dari luasnya jaringan yang dimiliki, melainkan juga kecepatannya membela kepentingan pihak tertentu sambil tetap mengangkat nama lembaga dan media yang dipimpinnya sebuah keahlian yang jarang dimiliki orang biasa, patut diakui meski kadang menimbulkan tanya di hati banyak pihak.

 

Tuppal Siburian

Tabloid Polmas Poldasu, Labuhanbatu Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *