Ratusan Juta Dana BOK Dipertanyakan, Kapus Paniaran dr. Tiur Sinaga Tak Beri Penjelasan

Tapanuli Utara – TB. Polmas Poldasu

 

Penggunaan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Puskesmas Paniaran, Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, menjadi sorotan masyarakat. Transparansi pengelolaan dana yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah tersebut dipertanyakan, terutama terkait realisasi kegiatan yang bersumber dari anggaran tersebut.

 

Sejumlah warga menyampaikan harapan agar pengelolaan dana BOK di Puskesmas Paniaran dapat dilakukan secara terbuka dan akuntabel. Mereka ingin mengetahui secara jelas peruntukan dana tersebut, mulai dari kegiatan pelayanan kesehatan hingga program-program yang seharusnya dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

“Dana BOK itu kan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di puskesmas. Kami sebagai masyarakat tentu ingin tahu bagaimana penggunaannya. Apakah semua kegiatan sudah sesuai dengan perencanaan dan proposal awal atau tidak,” ujar salah seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan.

 

Sebagaimana diketahui, Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) merupakan program pemerintah yang bertujuan mendukung operasional puskesmas dalam meningkatkan akses serta kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dana ini biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan seperti pelayanan kesehatan masyarakat, program promotif dan preventif, serta kegiatan lapangan yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan warga.

 

Namun demikian, masyarakat menilai transparansi penggunaan dana tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan atau spekulasi di tengah masyarakat.

 

Upaya konfirmasi kepada Kepala Puskesmas (Kapus) Paniaran, dr. Tiur Sinaga, hingga saat ini belum membuahkan hasil. Beberapa kali upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp yang dilakukan wartawan belum mendapat tanggapan.

 

Sejumlah warga juga meminta agar pihak berwenang, termasuk Kejaksaan dan Inspektorat Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, dapat melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana BOK di Puskesmas Paniaran guna memastikan pengelolaan anggaran berjalan secara transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

“Kalau semuanya sudah sesuai aturan tentu tidak ada masalah. Tapi kalau memang ada yang perlu diperiksa, kami berharap aparat penegak hukum dan inspektorat bisa turun untuk memastikan penggunaan dana tersebut benar-benar untuk kepentingan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar warga lainnya.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak media masih membuka ruang klarifikasi kepada Kepala Puskesmas Paniaran, dr. Tiur Sinaga, guna memberikan penjelasan terkait penggunaan dana BOK tersebut demi menjaga transparansi dan akuntabilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tapanuli Utara.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *