Taput | TB. Polmas Poldasu
Yayasan Pelita Kita Bersama bersama SPPI Kabupaten Tapanuli Utara dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara mematangkan persiapan operasional Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Lumban Siagian Jae, Kecamatan Siatas Barita. Program ini disiapkan sebagai langkah strategis menghadirkan layanan pangan bergizi yang higienis, terstandar, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Ketua sekaligus pendiri Yayasan Pelita Kita Bersama, Jhonson Edy Simanjorang, menyampaikan bahwa pembentukan SPPG bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, melainkan membangun sistem pelayanan yang tertib, sehat, aman, serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“SPPG ini dirancang tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga menciptakan sistem pelayanan profesional yang memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi warga sekitar,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat untuk terlibat cukup tinggi. Tercatat sekitar 98 hingga 100 orang mendaftar sebagai calon relawan. Setelah melalui seleksi administrasi, sekitar 70 peserta dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan dan wawancara.
Proses seleksi dilakukan secara terbuka dan melibatkan unsur yayasan, pengelola SPPG, serta Dinas Kesehatan. Pemeriksaan kesehatan menjadi syarat utama guna memastikan relawan memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan sebelum terlibat dalam pengolahan dan distribusi makanan.
Dari tahapan lanjutan tersebut, hanya 47 hingga 49 orang yang akan ditetapkan sebagai relawan sesuai kebutuhan operasional. Penentuan akhir mempertimbangkan kompetensi, hasil wawancara, serta kelayakan kesehatan demi menjaga mutu layanan.
Sebagai bentuk pemberdayaan lokal, sebanyak 30 persen relawan yang direkrut berasal dari kecamatan setempat. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap program.
Relawan terpilih akan mengikuti pembekalan intensif dari Dinas Kesehatan terkait higienitas, sanitasi dapur, standar keamanan pangan, serta tata kelola distribusi makanan sesuai prosedur. Selain itu, pelatihan teknis lanjutan bekerja sama dengan asosiasi chef dan lembaga sertifikasi profesi juga akan diberikan. Yayasan menargetkan minimal 50 persen relawan memiliki sertifikasi penjamah pangan sebagai jaminan kualitas layanan.
Tak hanya dari sisi tenaga kerja, kebutuhan bahan pangan untuk operasional SPPG juga akan melibatkan pelaku UMKM lokal. Pengadaan bahan baku diprioritaskan dari produsen dan pelaku usaha setempat dengan tetap mengedepankan standar mutu dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Operasional penuh Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di Lumban Siagian Jae, Kecamatan Siatas Barita, masih menunggu proses pencairan dana. Namun demikian, seluruh tahapan persiapan teknis dan administrasi dipastikan telah berjalan sesuai arahan pemerintah.
Keberadaan SPPG di Siatas Barita diharapkan menjadi model sentra penyediaan pangan bergizi yang terintegrasi di Tapanuli Utara. Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, program ini juga membuka peluang kerja, memperkuat kapasitas sumber daya manusia lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.













