Dukung Ekonomi Lokal, Koperasi Tani Tumbuh Bersama Benahi Manajemen dan Distribusi

Tarutung – TB. Polmas Poldasu

 

Koperasi Tani Tumbuh Bersama melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola koperasi binaan Bisukma Group di Tarutung, Senin (16/2). Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan pasokan bahan pangan untuk dapur SPPG yang terus bertambah dalam beberapa waktu terakhir.

 

Evaluasi tersebut difokuskan pada pembenahan sistem administrasi, penguatan manajemen distribusi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi. Bertambahnya jumlah dapur SPPG berdampak langsung pada lonjakan permintaan bahan baku, sehingga diperlukan sistem kerja yang semakin profesional, tertib, dan transparan guna menjaga stabilitas pasokan.

 

Deputy 1 Bisukma Group, Hardtaty Silaban, menegaskan bahwa penyesuaian tata kelola merupakan keniscayaan di tengah pertumbuhan kebutuhan yang semakin dinamis.

 

“Kita harus menyesuaikan sistem kerja dengan perkembangan kebutuhan yang ada. Ketika jumlah dapur bertambah dan permintaan meningkat, maka tata kelola koperasi juga harus semakin profesional, tertib, dan transparan,” ujarnya.

 

Selama ini, Koperasi Tani Tumbuh Bersama berperan sebagai mitra utama dalam penyediaan bahan baku dapur SPPG dengan mengutamakan hasil pertanian dan peternakan lokal sebagai sumber pasokan utama. Komitmen tersebut menjadi bentuk keberpihakan terhadap petani, peternak, serta pelaku UMKM lokal, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis wilayah.

 

Dalam arahannya sebagai pembina, Erikson menekankan bahwa koperasi harus berjalan sesuai asas dan prinsip koperasi, yakni keanggotaan yang bersifat sukarela dan terbuka, pengelolaan yang demokratis, partisipasi aktif anggota, serta menjunjung tinggi nilai kemandirian dan transparansi. Menurutnya, nilai kebersamaan dan semangat gotong royong harus menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan maupun pengembangan usaha koperasi.

 

Selain memastikan stabilitas distribusi, evaluasi juga diarahkan pada pembinaan UMKM yang tergabung dalam rantai pasok koperasi. Pengelolaan wilayah pelaku UMKM kini dilakukan lebih terstruktur agar proses produksi terkoordinasi dengan baik, kualitas tetap terjaga, serta distribusi dapat berjalan tepat waktu dan sesuai standar.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim juga melakukan peninjauan langsung terhadap rantai pasok, dengan menitikberatkan pada pengawasan kualitas bahan baku yang disuplai oleh mitra dan pemasok. Proses distribusi ke dapur SPPG turut menjadi perhatian utama guna memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

 

Hardtaty menambahkan, pembenahan ini bukan sekadar penyesuaian teknis jangka pendek, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi koperasi sebagai tulang punggung pasokan pangan yang berkelanjutan.

 

“Kita ingin koperasi ini benar-benar tumbuh bersama para petani dan pelaku UMKM. Setiap peningkatan kebutuhan harus diimbangi dengan sistem yang rapi, akuntabel, serta mampu meningkatkan kesejahteraan anggota,” tegasnya.

 

Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Bisukma Group dalam membangun sinergi antara koperasi, petani, peternak, dan pelaku UMKM. Melalui penguatan tata kelola dan sistem distribusi yang terintegrasi, diharapkan tercipta sistem pasokan pangan yang berkelanjutan, berpihak pada ekonomi lokal, serta tetap berlandaskan nilai-nilai koperasi yang kokoh dan berdaya saing.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *