FP2T kunjungi Sekda Toba, paparkan berbagai persoalan dan solusinya

Toba_Polmas Poldasu

Mencermati kondisi dan situasi kota Balige sebagai ibukota Kabupaten Toba yang belakangan menjadi sorotan publik karena berbagai persoalan, semisal banjir dan soal kebersihan kota, Forum Peduli Pembangunan Toba (FP2T) yang diketuai oleh Syamsir Parlindungan Simanjuntak bersama anggota dan didampingi Penasihat bapak Parlin melakukan audiensi dengan Sekda Toba, bapak Faber Napitupulu.

 

Parlin Sianipar mengawali pertemuan dengan menyampaikan bahwa persoalan banjir di kota Balige khususnya saat musim penghujan telah menimbulkan persoalan baru dalam kehidupan masyarakat, semisal kemacetan dan mengurangi aktivitas kegiatan perekonomian, sehingga FP2T mendesak pemerintah supaya segera mencari solusinya. Pun dengan semakin banyaknya penjual di depan Gereja HKBP Kota (RSU Balige), turut disoroti karena selain mengganggu kenyamanan dan keindahan, juga telah melahirkan bau amis karena penjual Ikan.

“Para penjual tersebut tidak kita larang, namun ada baiknya ditempatkan di lokasi yang tidak mengganggu pemandangan” sebut Parlin Sianipar.

Menyangkut kemandirian pengelolaan PDAM, FP2T juga menyarankan agar segera membuat agenda pertemuan dengan Kementrian terkait di Jakarta, dan FP2T bersedia menjembatani pertemuan dengan Dirjen terkait.

 

Faber Napitupulu, yang baru menjabat 3 bukan sebagai Sekdakab Toba, menyambut baik usulan dan masukan dari FP2T dan akan segera menindaklanjuti dan memikirkan solusi terbaik terhadap beberapa persoalan dan usulan tersebut.

 

“Saya sangat setuju dengan masukan dari bapak sekalian, saya optimis beberapa persoalan itu akan segera dituntaskan, meskipun dalam berbagai kasus, agak susah menghadapi masyarakat yang mindsetnya hanya memikirkan kepentingan pribadinya” jelas Sekda.

 

Lbih jauh, pak Sekda menjelaskan bahwa persoalan banjir pada bulan kemarin sudah langsung ditindaklanjuti dengan melakukan rapat dengan masyarakat sekitar termasuk dengan Camat, dan disepakati agar bangunan yang dianggab telah mengurangi kelancaran saluran (drainase), supaya segera dibongkar dan diperluas.

 

Menutup acara silaturrahmi tersebut, disepakati bahwa pada Minggu kedua bulan Februari akan dilaksanakan Forum Group Diskusi (FGD), untuk membahas berbagai persoalan dan solusinya, dimana selain FP2T, Batak Center, dan Bank Sampah IAS Toba akan dilibatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *