Adiankoting, Tapanuli Utara — TB. Polmas Poldasu
Musibah banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada 25 November 2025 lalu, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Bencana alam yang dipicu fenomena siklon tropis Senyar tersebut menimbulkan dampak besar, baik kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa.
Berdasarkan data di lapangan, wilayah yang mengalami dampak paling parah meliputi Desa Lobupining, Sibalanga, dan Parsikkaman. Curah hujan tinggi yang berlangsung selama beberapa hari menyebabkan longsoran material, merusak permukiman warga, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas umum. Bahkan, bencana ini merenggut 23 korban jiwa di Kecamatan Adiankoting.
Banyak warga terpaksa mengungsi dan harus bertahan dalam kondisi darurat dengan keterbatasan fasilitas serta kebutuhan pokok. Situasi tersebut mendorong berbagai pihak untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan.
Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial, UD Tolong Kita “Tolkit” hadir di tengah-tengah masyarakat dengan menyalurkan 500 paket bantuan sembako. Bantuan tersebut terdiri dari beras, minyak goreng, gula, ikan teri, serta kebutuhan pokok lainnya.
Bantuan disalurkan kepada masyarakat terdampak di sejumlah desa dan wilayah, antara lain Pansur Batu I, II, dan III, Aeknasia, Lobupining, Pagaran Pisang, Parsikkaman, serta beberapa daerah lain yang terdampak cukup parah di Kecamatan Adiankoting.
Pihak UD Tolong Kita berharap, bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana alam.
“Sititik ma sigompa, golang-golang pangarahutna. Otik so sadia pe natupa, sai godang ma pinasuna,”
ujar Bung Tolkit saat menyerahkan bantuan kepada warga.
Ucapan terima kasih dan doa pun mengalir dari masyarakat penerima bantuan. Warga mendoakan agar UD Tolong Kita semakin maju dan sukses dalam menjalankan usahanya, serta terus diberkati dalam setiap langkah kepedulian sosial yang dilakukan.
“Salam tu tokke boru amang Tokit, sehat-sehat hamu jala siganjang umur. Di padaho Tuhan parsahiton dohot parmaraan, sai martamba-tamba sinadongan muna tujoloanon,”
ucap beberapa tokoh masyarakat mewakili warga dari desa-desa terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu sesama yang sedang tertimpa musibah.













