Samosir(polmas)
Kepolisian Resor (Polres) Samosir menggelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Apel Mako Polres Samosir, Jumat (21/8/2026) pagi.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Wakapolres Samosir Kompol Manumpak H. Sitorus, S.H. selaku Inspektur Upacara. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti jajaran personel Polres Samosir.
Sejumlah pejabat turut mengambil bagian dalam pelaksanaan upacara. Kabag Ops Polres Samosir Kompol Eduar, S.H. bertugas membacakan sejarah singkat Hari Juang Polri, sementara Perwira Apel dipercayakan kepada Iptu Boy Alexander Hutasoit, S.H. dan Komandan Apel Ipda Mirza Dhia Ul’haq, S.H., M.H.
Pembawa acara dalam kegiatan tersebut adalah Brigpol Dian Lestari Gultom, S.H., sedangkan pembacaan doa dilakukan oleh Briptu Muharram Syahri, S.H.
Peserta upacara terdiri dari barisan Pejabat Utama, barisan perwira, satu pleton personel bersenjata, serta personel dari Bag Ops, Bag Ren, Bag SDM, Sat Binmas, Sat Tahti, Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Narkoba.
Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan penghormatan pasukan, menyanyikan Mars Polri, mengheningkan cipta, serta pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri.
Salah satu bagian penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh Wakapolres Samosir selaku Inspektur Upacara.
“Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi, 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia.”
Naskah tersebut merupakan Proklamasi Polisi yang dicetuskan di Surabaya pada 21 Agustus 1945 oleh Inspektur Polisi Kelas Satu Moehammad Jasin atas nama seluruh warga polisi.
Dalam sejarah singkat yang dibacakan Kabag Ops Kompol Eduar, S.H., dijelaskan bahwa Hari Juang Polri berangkat dari momentum perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.
Pada 20 Agustus 1945, Inspektur Polisi Kelas I Muhammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama sejumlah anggota menggelar rapat untuk membahas kedudukan polisi setelah Indonesia merdeka.
Hasil pertemuan tersebut melahirkan kesepakatan bahwa pada 21 Agustus 1945, polisi menyatakan kesetiaannya kepada Negara Republik Indonesia melalui pembacaan Proklamasi Polisi.
Pada 21 Agustus 1945, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan teks Proklamasi Polisi yang diikuti seluruh anggota. Setelah itu, anggota polisi diperintahkan melaksanakan pawai siaga sebagai bentuk kesiapan menghadapi reaksi Jepang sekaligus menyebarluaskan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Momentum tersebut kemudian menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk dalam pelucutan senjata Jepang, pendistribusian senjata kepada badan-badan perjuangan, perlawanan terhadap kedatangan Sekutu, hingga keterlibatan dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.
Semangat perjuangan tersebut juga berkembang di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta.
Rangkaian perjuangan tersebut menjadi bukti bahwa kepolisian memiliki peran penting dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melalui Keputusan Kapolri Nomor: KEP/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024 menetapkan 21 Agustus sebagai Hari Juang Polri.
Upacara kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Andika Bhayangkari, penghormatan pasukan, menyanyikan Hymne Polri dan pembacaan doa.
Seluruh rangkaian Upacara Peringatan Hari Juang Polri di Polres Samosir berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan khidmat.
Peringatan Hari Juang Polri tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel Polres Samosir untuk mengenang sejarah perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.











