Dualisme Agenda Motocross HUT ke-81 RI Disorot, Pendiri IAS Minta Kepentingan Pembalap Muda Jangan Dikorbankan

 

TAPANULI UTARA  TabloidPolmasPoldasu.id

 

Rencana pelaksanaan kegiatan motocross/otomotif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di wilayah Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong, mendapat sorotan dari salah satu pendiri Ikatan Anak Siborongborong (IAS), Tongam Manalu, S.H., M.H.

 

Tongam menyayangkan munculnya dua agenda motocross yang dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan, bahkan disebut-sebut memperebutkan trofi dari pihak yang sama. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dualisme kegiatan dan dapat berdampak terhadap pembalap maupun croser muda yang mengikuti perlombaan.

 

“Kami sangat menyayangkan kalau sampai terjadi dualisme acara motocross atau otomotif dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bagaimana bisa ada dua kegiatan motocross di Tapanuli Utara atau Siborongborong dalam waktu yang sama dan memperebutkan trofi dari orang yang sama?” ujar Tongam.

 

Ia berharap kepentingan individu maupun kepentingan kelompok tidak sampai mengorbankan generasi muda, khususnya para pembalap dan croser yang sedang membangun prestasi. Tongam mengingatkan agar setiap kegiatan otomotif tetap memperhatikan ketentuan dan regulasi yang berlaku, termasuk aturan organisasi olahraga otomotif serta ketentuan dari Ikatan Motor Indonesia (IMI).

 

Menurut Tongam, IAS bersama IMI telah memiliki sejarah panjang dalam menyelenggarakan agenda otomotif untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Bahkan, kegiatan tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Siborongborong dan Tapanuli Raya.

 

“IAS dan IMI sudah puluhan tahun, bahkan sekitar 24 tahun, memiliki agenda dalam memeriahkan kemerdekaan. Tanggal 16 dan 17 Agustus sudah menjadi agenda yang selama ini dikenal sebagai kegiatan resmi IAS dan IMI di Tapanuli Raya. Karena itu, kami berharap jangan sampai muncul kegiatan yang justru menimbulkan dualisme dan persoalan baru.” katanya.

 

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai siapa yang menyelenggarakan kegiatan, tetapi lebih kepada bagaimana menjaga marwah olahraga otomotif, keberlangsungan pembinaan atlet muda, serta kepercayaan yang telah diberikan kepada Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong.

 

Tongam juga mengajak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga komunikasi dan koordinasi dengan IMI. Menurutnya, kepercayaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun harus dijaga dengan baik agar Tapanuli Utara tetap menjadi daerah yang dipercaya dalam pelaksanaan kegiatan otomotif.

 

“Kita berharap Pemerintah Tapanuli Utara dan masyarakat, khususnya masyarakat Siborongborong, dapat menjaga kepercayaan IMI. Amanah yang sudah puluhan tahun diberikan kepada Tapanuli Utara, khususnya Siborongborong, harus kita jaga bersama. Jangan sampai persoalan kegiatan justru berdampak kepada pembalap muda yang tidak mengetahui persoalan di baliknya.” tegasnya.

 

IAS Dibentuk untuk Merajut Persaudaraan

 

Lebih jauh, Tongam mengingatkan bahwa keberadaan IAS tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjalanan masyarakat Siborongborong. Menurutnya, IAS pada awalnya dibentuk dengan semangat untuk kembali merajut persaudaraan dan memperkuat persatuan masyarakat.

 

Ia menyebut, masyarakat Siborongborong pernah mengalami masa kelam akibat konflik sosial dan perpecahan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Dalam kondisi tersebut, IAS hadir dengan semangat persatuan untuk mendorong masyarakat kembali bersatu dan membangun hubungan persaudaraan.

 

“Kita tidak bisa melupakan sejarah. IAS dibentuk dengan semangat untuk menjalin kembali persaudaraan. Pada masa lalu, masyarakat Siborongborong pernah mengalami perpecahan yang berdampak pada kehidupan sosial dan bahkan mengorbankan nyawa serta harta benda. Pada saat itu, IAS hadir dan mengambil bagian dalam upaya mempersatukan masyarakat.” ungkapnya.

 

Karena itu, Tongam berharap semangat persaudaraan tersebut tetap menjadi landasan dalam setiap kegiatan masyarakat, termasuk penyelenggaraan olahraga otomotif. Menurutnya, kegiatan motocross seharusnya menjadi wadah pembinaan generasi muda, menyalurkan bakat dan prestasi, sekaligus mempererat persatuan masyarakat.

 

Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi, koordinasi dan kepentingan pembinaan olahraga sehingga momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak berubah menjadi persoalan yang justru merugikan para atlet muda.

 

“Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan masa depan para pembalap muda. Kita ingin motocross menjadi ajang prestasi, hiburan masyarakat dan pemersatu. Mari kita duduk bersama, berkoordinasi dengan IMI dan mencari solusi terbaik demi nama baik Tapanuli Utara serta masa depan olahraga otomotif di daerah ini.” pungkas Tongam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *