TAPANULI UTARA | Polmas Poldasu
Pemerintah pusat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Yuliot Tanjung, ke kawasan proyek Namora I Langit, Tapanuli Utara, Jumat (31/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk meninjau langsung potensi pengembangan Proyek Sarulla, salah satu sumber energi panas bumi terbesar yang memasok kebutuhan listrik di Pulau Sumatera.
Kunjungan ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap keberlanjutan pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong tercapainya target bauran energi bersih Indonesia.
Dalam pertemuan bersama Wakil Menteri ESDM, manajemen Sarulla Operations Ltd. (SOL) memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam operasional proyek. Dua isu utama yang menjadi perhatian adalah usulan penyesuaian tarif jual listrik dan berbagai kendala teknis yang memengaruhi efisiensi produksi.
Chief Operating Officer (COO) SOL, Riza Pasikki, menjelaskan bahwa tingginya kadar asam pada sumur panas bumi di kawasan Namora I Langit menyebabkan meningkatnya laju korosi pada fasilitas produksi. Kondisi tersebut berdampak pada membengkaknya biaya pemeliharaan sekaligus menekan kapasitas produksi. Meski demikian, SOL terus melakukan berbagai langkah optimalisasi untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga.
«”Penyesuaian tarif menjadi kunci keberlanjutan operasional sekaligus membuka peluang ekspansi wilayah kerja. Jika terealisasi, tidak hanya pasokan listrik masyarakat yang semakin terjamin, tetapi juga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapanuli Utara akan meningkat signifikan sehingga mampu mendorong pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Riza Pasikki.»
Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh CEO SOL Taku Kimura, Direktur Utama PT Medco Power Indonesia Eka Satria, serta didampingi Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si. Turut hadir jajaran Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM serta perwakilan PT PLN.
Pertemuan ini menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku industri dalam memastikan keberlanjutan investasi energi panas bumi di Sarulla. Selain memperkuat keandalan pasokan listrik di Sumatera, pengembangan proyek ini juga diharapkan mampu meningkatkan investasi, membuka lapangan kerja, menambah kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, serta memperkuat posisi Tapanuli Utara sebagai salah satu kawasan strategis penghasil energi bersih bagi Indonesia.
Semangat “Dari Sarulla untuk Indonesia” menjadi cerminan bahwa potensi energi yang dimiliki Tapanuli Utara bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga berperan penting dalam mendukung kemandirian energi nasional dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.












