Samosir, (Polmas)
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom resmi membuka turnamen sepak bola Usia-17 (U-17) dengan tendangan pertama (Kick Off) dilapangan Ambarita-Kecamatan Simanindo, 20/06/2026.
Turnamen Sepak Bola U-17 memperebutkan Piala Bupati Samosir 2026 dengan total hadiah 40 juta rupiah dan diikuti 24 tim. Turnamen yang akan berlangsung hingga 18 Agustus 2026 ini menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga usia muda di Samosir. Seluruh peserta merupakan pelajar yang berasal dari sekolah maupun tim sepak bola yang telah dibentuk di masing-masing kecamatan se-Kabupaten Samosir.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir untuk terus mendukung pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, komitmen tersebut tercermin melalui berbagai penyelenggaraan ajang olahraga berskala regional, nasional, hingga internasional yang telah digelar di Samosir dalam beberapa tahun terakhir.
“Kabupaten Samosir telah sukses menyelenggarakan berbagai event olahraga, mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Kita pernah menjadi tuan rumah PON, menyelenggarakan Aquabike Jetski dan trail run, serta terus mendukung pembinaan olahraga pelajar, termasuk melalui turnamen futsal tahun lalu dan sepak bola U-17 tahun ini,” ujar Vandiko.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang diperuntukkan bagi peserta umum, Piala Bupati tahun ini secara khusus menyasar kelompok usia 17 tahun. Perubahan format tersebut, kata Vandiko, merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir terhadap program pembinaan sepak bola nasional yang sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution dalam mendorong pengembangan sepak bola usia muda.
“Sumatera Utara menjadi tuan rumah Piala AFF U-19. Karena itu, tahun ini Piala Bupati yang biasanya diperuntukkan bagi umum kita ubah menjadi U-17. Semoga dari turnamen ini lahir bibit-bibit unggul yang kelak menjadi bagian dari regenerasi sepak bola nasional,” kata Vandiko.
Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah kemampuan, membangun kerja sama, meningkatkan komunikasi, dan mempererat persaudaraan.
“Kalau sepak bola menjadi cita-cita kalian, inilah kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Jangan cederai diri dengan permainan yang tidak sportif. Bermainlah dengan jujur dan penuh semangat,” pesannya.
Vandiko juga menegaskan bahwa pelaksanaan turnamen tidak boleh mengganggu proses belajar mengajar. Ia meminta panitia, sekolah, dan para guru untuk memastikan keseimbangan antara pengembangan prestasi olahraga dan pendidikan.
“Moral, kreativitas, dan kemampuan fisik anak-anak harus berjalan seimbang. Jangan sampai kegiatan ini menghambat proses pembelajaran. Saya berharap seluruh guru dapat mendukung dan mengawal turnamen ini dengan baik,” ujarnya.
Menurut Vandiko, pembinaan olahraga yang berkelanjutan harus dimulai dari tingkat kabupaten agar proses seleksi atlet menuju ajang yang lebih tinggi dapat dilakukan secara terukur.
“Kita tidak boleh lagi menentukan wakil daerah secara tiba-tiba. Harus ada pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan agar atlet yang mewakili Samosir di tingkat provinsi maupun nasional benar-benar siap,” tegasnya.
Ketua KONI Samosir, Rismawati Simarmata, menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, para peserta merupakan aset berharga bagi masa depan daerah.
“Anak-anak ini adalah bibit yang akan memajukan Samosir. Sepak bola bukan sekadar olahraga, tetapi juga dapat menjadi jalan menuju masa depan yang lebih baik. Siapa tahu dari lapangan ini lahir pemain profesional yang mengharumkan nama daerah hingga tingkat internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolres Samosir yang mewakili Kapolres mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai ruang belajar serta memperkuat persaudaraan.
Ketua BAPOPSI Samosir, Jonson Gultom, menyebut turnamen U-17 ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan di Kabupaten Samosir. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi wadah untuk menemukan talenta-talenta muda yang nantinya dapat mewakili Samosir pada ajang tingkat provinsi hingga nasional.
“Selama ini kita hanya menyaksikan daerah lain mengembangkan kompetisi usia muda. Sekarang saatnya anak-anak Samosir menunjukkan bakat dan kemampuan terbaik mereka. Juara dari turnamen ini diharapkan menjadi cikal bakal tim Samosir untuk berkompetisi di level yang lebih tinggi,” katanya.
Turnamen U-17 Piala Bupati Samosir bukan sekadar kompetisi memperebutkan trofi dan hadiah pembinaan. Lebih dari itu, ajang ini menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar tentang disiplin, kerja sama, dan sportivitas.
Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, Wakapolres Samosir Briston A.M. Napitupulu, Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata, Asisten III Arnod Sitorus, Sekdis Kominfo Agustianto Sitinjak, Camat Simanindo Hans Rikardo Sidabutar serta forkopicam Simanindo.











