Adiankoting_Polmaspoldasu
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Simate-mate, Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kamis (26/03/2026).
Kunjungan kerja ini bertujuan memastikan percepatan infrastruktur dan batuan Rumtab bagi para warga yang terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Kehadiran dua menteri Kabinet Merah Putih tersebut disambut hangat oleh Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Jonius T P Hutabarat dan Wakil Bupati, bapak Deni Lumbantoruan
Agenda ini menjadi momentum penting dalam sinkronisasi data penerima bantuan serta penegasan komitmen pembangunan yang transparan, tepat waktu dan sesuai harapan bersama.
Transparansi Data dan Respon Cepat Menteri
Dalam dialog terbuka di lapangan, sempat muncul dinamika saat delapan warga sempat mengaku bahwa mereka belum pernah menerima bantuan.
Merespons hal tersebut secara humanis, Maruarar Sirait secara spontan memberikan bantuan uang tunai langsung sebagai bentuk kepedulian darurat.
Namun, guna menjaga akuntabilitas, Kabag Protokoler Maradu Sitompul bersama Kepala Desa Dolok Nauli Jonas Aritonang segera melakukan klarifikasi di tempat kepada warga.
Terungkap bahwa warga yang mengaku belum pernah menerima bantuan seperti Ratna Pasaribu, Dornanto Lumbantobing, Nelson Manullang, dan lainnya, sebenarnya mereka sudah menerima beragam bantuan sosial seperti Dana Tunggu Hunian (DTH) dan Jaminan Hidup (Jadup), mereka ada kendala dibidang administrasi kependudukan, sehingga setelah diverifikasi ulang oleh pihak BPS, ada 34 orang penerima manfaat yang dianulir oleh pihak BPS namun sudah kembali diajukan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Bupati Jonius Taripar Hutabarat mempertegas bahwa terdapat 34 data keluarga yang sedang dalam tahap validasi ulang di BNPB dan BPS termasuk di desa Dolok Nauli sebanyak 8 orang.
Guna memberikan kepastian hukum dan data, Menteri Maruarar melakukan langkah progresif dengan menghubungi Kepala BPS Pusat melalui sambungan telepon yang disiarkan langsung melalui pengeras suara (speakerphone) di hadapan masyarakat.
”Kami pastikan Huntap ini selesai dengan komitmen tepat waktu dan, yang terpenting, tepat sasaran. Tidak boleh ada warga yang berhak namun terlewat karena kendala administratif,” tegas Maruarar Sirait.
Filantropi Keluarga dan Target Pembangunan
Satu hal yang menjadi catatan krusial dalam proyek ini adalah sumber pendanaan yang bersifat mandiri. Pembangunan Huntap ini sepenuhnya dibiayai oleh keluarga besar Maruarar Sirait. Dana sebesar Rp 10 Miliar yang bersumber dari Ibunda Maruarar, Sondang Sidabutar, telah disetorkan lunas demi mempercepat pemulihan warga Taput.
Berdasarkan kesepakatan bersama yang disaksikan masyarakat dan media, timeline pembangunan ditetapkan sebagai berikut:
Tahap Pertama (68 Unit): Target selesai tgl 5 Mei 2026 dan Tahap Kedua (35 Unit): Target target Juni 2026.
Selain hunian, pemerintah daerah dan pihak kontraktor berkomitmen menyelesaikan penguatan lahan rawan longsor di area belakang perumahan dan dipastikan akan rampung sebelum warga menempati hunian tetap mereka.
Komitmen ini telah direkam dan didokumentasikan sebagai bentuk kontrak sosial antara pemerintah, donatur, kontraktor dan masyarakat.













