Taput – TB. Polmas Poldasu
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (HLM TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar di Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (16/03). Pertemuan strategis ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong percepatan implementasi transaksi pemerintah berbasis digital.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Badan Pusat Statistik (BPS), serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi tantangan ekonomi makro yang diperkirakan akan terus berkembang sepanjang tahun 2026.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya penerapan strategi 4K dalam pengendalian inflasi, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Menurutnya, meskipun laporan dari Bank Indonesia menunjukkan harga sejumlah komoditas pangan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah masih relatif stabil, pemerintah daerah tetap harus waspada dan proaktif memantau kondisi di lapangan.
“Kunci utama pengendalian inflasi adalah sinergi dan kolaborasi multi-stakeholder. Kita harus mampu membaca peluang dari data yang disajikan oleh BPS dan Bank Indonesia agar langkah intervensi yang kita ambil memiliki akurasi yang tinggi,” ujar Bupati dalam arahannya.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah merancang program Kawasan Pertanian Terpadu sebagai solusi jangka panjang dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Program tersebut juga melibatkan petani milenial agar sektor pertanian semakin modern dan berdaya saing.
Ia berharap Bank Indonesia dapat ikut bersinergi melalui dukungan tenaga ahli serta pemanfaatan teknologi dan data yang akurat, sehingga proses produksi pertanian, mulai dari penanaman hingga hilirisasi produk, dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan produktif.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga dibahas percepatan digitalisasi melalui Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang terus didorong untuk memperkuat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Digitalisasi transaksi pemerintah daerah bukan hanya soal teknologi, tetapi juga upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien. Dengan sistem digital, potensi kebocoran anggaran dapat diminimalisir dan pelayanan publik menjadi lebih mudah diakses masyarakat,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah daerah agar tetap mewaspadai dinamika ekonomi global, termasuk fluktuasi harga minyak dunia yang berpotensi mempengaruhi biaya distribusi dan logistik di daerah. Ia meminta para asisten serta dinas terkait untuk terus memantau perkembangan data ekonomi nasional maupun global sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan daerah yang tepat sasaran.
Melalui pertemuan High Level Meeting ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap koordinasi antarinstansi semakin solid sehingga upaya pengendalian inflasi, penguatan sektor pertanian, serta percepatan digitalisasi daerah dapat berjalan optimal demi menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.













