Taput – TB. Polmas Poldasu
Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Parlindungan Lumbantoruan, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2027 tingkat Kecamatan Garoga, Kamis (26/02/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan arah kebijakan pembangunan daerah yang partisipatif dan berkelanjutan.
Musrenbang yang digelar di Kecamatan Garoga ini dihadiri unsur Forkopimca, para kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pendidikan, serta perwakilan organisasi masyarakat. Forum ini merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah, di mana usulan dan kebutuhan masyarakat dirumuskan untuk menjadi prioritas pembangunan tahun mendatang.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara ke depan harus bertumpu pada penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Menurutnya, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.
“Investasi terbesar daerah ini bukan hanya pada jalan, jembatan, atau gedung, tetapi pada manusia. Ketika SDM kita unggul, maka kemajuan daerah akan mengikuti,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang kompetitif dan berdaya saing. Kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, kedisiplinan tenaga pendidik, serta proses pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan di ruang kelas menjadi faktor kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti pelaksanaan dua program prioritas di bidang pendidikan, yakni SAITAPAIAS dan Tapamajuma. Program SAITAPAIAS diarahkan untuk membangun karakter siswa melalui pembiasaan hidup bersih, tanggung jawab sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan yang diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Program ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.
Sementara itu, program Tapamajuma difokuskan pada penguatan kemampuan dasar siswa, khususnya numerasi, literasi, dan keterampilan bercerita pada kelas awal pendidikan dasar. Menurut Wakil Bupati, penguatan kemampuan dasar tersebut menjadi pondasi penting bagi keberhasilan siswa pada jenjang pendidikan berikutnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerataan kualitas pendidikan antara wilayah pedesaan dan perkotaan harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan. Melalui pendampingan guru yang berkelanjutan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta penguatan peran guru penggerak di ruang kelas, diharapkan setiap siswa tanpa memandang lokasi sekolahnya dapat memperoleh layanan pendidikan yang setara dan berkualitas.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya pemantauan, evaluasi, dan koordinasi rutin antara pemerintah daerah, kepala sekolah, dan tenaga pendidik guna memastikan konsistensi pelaksanaan program pendidikan di seluruh satuan pendidikan.
Melalui forum Musrenbang ini, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam merumuskan perencanaan pembangunan yang tepat sasaran, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta berorientasi pada hasil yang berkelanjutan. Peningkatan kualitas SDM, menurutnya, merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan dan daya saing Kabupaten Tapanuli Utara di masa depan.
“Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, tetapi wadah untuk memastikan bahwa setiap program pembangunan benar-benar lahir dari kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.







