Bupati Tapanuli Utara Tegaskan Arah Pembangunan Berbasis SDM, Pertanian, dan Budaya di Musrenbang Parmonangan

Taput – TB. Polmas Poldasu

 

Bupati Tapanuli Utara, Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa arah pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara ke depan akan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan sektor pertanian, serta pembangunan berbasis budaya dan pariwisata. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Parmonangan yang digelar di HKBP Parmonangan, Kamis (26/2/2026).

 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa satu tahun pertama masa kepemimpinannya difokuskan pada peletakan fondasi pembangunan yang terarah, terukur, dan berbasis data. Menurutnya, perencanaan pembangunan harus memiliki peta jalan yang jelas serta didukung data yang akurat agar setiap program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi masyarakat.

 

“Sebagai ASN, kita harus bekerja dengan perencanaan yang matang dan berbasis data. Saya tidak ingin ada anggaran yang berjalan tanpa arah dan tanpa data yang jelas. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati di hadapan para peserta Musrenbang.

 

Lebih lanjut, Bupati mencanangkan Kecamatan Parmonangan sebagai sentra kawasan pengembangan pertanian kemenyan. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan pemetaan potensi daerah yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten, mengingat hampir seluruh kecamatan dan desa di Tapanuli Utara merupakan penghasil kemenyan.

 

“Pemerintah Kabupaten telah melakukan pemetaan potensi dan menetapkan Kecamatan Parmonangan sebagai kawasan sentra kemenyan di Tapanuli Utara. Kita ingin produktivitas meningkat, pendapatan petani bertambah, dan ekonomi masyarakat tumbuh tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” ujar Bupati.

 

Pengembangan komoditas kemenyan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat identitas daerah sebagai salah satu penghasil kemenyan unggulan di Sumatera Utara. Selain itu, sinergi antara sektor pertanian dan pariwisata berbasis budaya juga dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

 

Di tengah sambutannya, Bupati turut menyinggung kondisi bencana yang melanda sebagian wilayah Tapanuli Utara. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berupaya maksimal mengoptimalkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi guna mempercepat pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur serta fasilitas publik yang terdampak.

 

“Bencana yang kita alami menjadi duka bersama. Namun di sisi lain, kita harus mampu menjadikannya sebagai momentum untuk membangun lebih baik, dengan perencanaan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

 

Melalui Musrenbang tersebut, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap seluruh usulan pembangunan dari tingkat kecamatan dapat diselaraskan dengan visi dan prioritas pembangunan daerah, sehingga tercipta pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *