Pangaribuan – TB. Polmas Poldasu
Bisukma Group kembali melaksanakan evaluasi periodik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini menyasar wilayah Pangaribuan dengan mengunjungi dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni SPPG Moria I dan SPPG Moria II, kecamatan Pangaribuan kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (20/2/2026).
Karena kedua dapur berada di bawah kepemilikan yang sama, kegiatan evaluasi digelar secara terpadu dalam satu forum bersama. Penggabungan dua SPPG dalam satu agenda membuat suasana evaluasi terasa lebih semarak dan partisipatif. Jumlah peserta yang lebih banyak menghadirkan dinamika diskusi yang hidup, sekaligus memperkuat semangat kolektif dalam menjaga kualitas pelaksanaan program.
Deputy Bisukma Group, Hardtaty Silaban, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi makanan, tetapi juga dari sikap, integritas, dan komitmen para pengelola dapur.
“Kita harus memastikan bahwa SPPG Pangaribuan bekerja dengan hati, serius, dan bertanggung jawab. Program ini bukan sekadar rutinitas harian, tetapi amanah yang menyangkut kebutuhan gizi anak-anak serta kepercayaan masyarakat,” tegas Hardtaty.
Ia menambahkan, bekerja dengan hati berarti menjaga kualitas dalam setiap tahapan proses, mulai dari pemilihan bahan baku yang segar dan layak konsumsi, penerapan standar higienitas dapur, hingga ketepatan waktu dan sasaran dalam distribusi kepada para penerima manfaat.
Sementara itu, Founder Bisukma Group, Erikson Sianipar, yang turut memberikan arahan dan pembinaan, menekankan pentingnya keseriusan dan disiplin dalam pelaksanaan program. Menurutnya, pengawasan terhadap program MBG datang dari berbagai lapisan.
“Kita harus serius dalam pelaksanaan program ini. Yang memantau dan mengawasi kita bukan hanya lembaga dan yayasan, tetapi juga para penerima manfaat, orang tua mereka, serta masyarakat luas. Karena itu, kita harus menolkan kesalahan dalam setiap proses,” ujar Erikson.
Ia juga mengingatkan bahwa standar operasional prosedur (SOP) bukan sekadar dokumen administratif, melainkan pedoman kerja yang harus dijalankan secara konsisten dan disiplin demi menjaga mutu serta kepercayaan publik.
Sesi pemaparan dan pembinaan berlangsung dalam suasana serius namun tetap santai dan interaktif. Erikson membuka ruang dialog dua arah, memberi kesempatan kepada tim dari SPPG Moria I dan SPPG Moria II untuk menyampaikan kendala di lapangan, berbagi praktik baik, serta menyamakan persepsi terkait standar operasional dan mekanisme pengawasan internal.
Evaluasi mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap alur kerja dapur, penerapan higienitas dan sanitasi, pengendalian mutu bahan baku, sistem pencatatan distribusi, hingga pola koordinasi antaranggota tim. Penggabungan dua dapur dalam satu forum dinilai efektif untuk memperkuat standar bersama, meningkatkan transparansi, serta membangun rasa tanggung jawab kolektif.
Melalui evaluasi di Pangaribuan ini, Bisukma Group kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas, integritas, dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Diharapkan, penguatan evaluasi berkala ini mampu memastikan manfaat program benar-benar dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat serta memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.







