DAIRI — TB. POLMAS POLDASU
Pendiri Bisukma Group, Erikson Sianipar, bersama tim dari Yayasan Bisukma Group melakukan peninjauan langsung ke dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kecamatan Sumbul, Kabupaten Dairi, pada Selasa (15/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi periodik untuk memastikan seluruh rangkaian pelayanan MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan sekaligus terus mengalami peningkatan kualitas.
Dalam kunjungan tersebut, Erikson Sianipar menegaskan bahwa peningkatan mutu bahan baku menjadi fokus utama dalam pengembangan dapur MBG. Ia menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan berkualitas premium sebagai langkah strategis untuk mendorong dapur-dapur MBG di bawah naungan Yayasan Bisukma Group memiliki standar kelas A, baik dari aspek gizi, keamanan pangan, maupun konsistensi mutu makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Program MBG bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi memastikan makanan yang diberikan benar-benar bergizi, aman, dan berkualitas tinggi. Oleh karena itu, pemilihan bahan baku premium harus menjadi komitmen bersama,” tegas Erikson di sela-sela peninjauan.
Selain kualitas bahan baku, Erikson bersama tim yayasan juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap alur kerja dapur, mulai dari proses penerimaan bahan, pengolahan, hingga distribusi makanan. Seluruh tahapan tersebut diarahkan agar selaras dengan petunjuk teknis Badan Gizi Nasional, penerapan standar keamanan pangan, serta pembagian tugas yang jelas di setiap divisi kerja.
Penataan kebersihan dan kerapian area dapur turut menjadi perhatian serius. Erikson menekankan bahwa lingkungan dapur yang bersih, tertata, dan higienis merupakan faktor penting dalam menjaga kualitas makanan serta meminimalkan risiko operasional yang dapat berdampak pada kesehatan penerima manfaat.
Tak hanya aspek teknis, administrasi operasional juga menjadi bagian dari evaluasi. Mulai dari kelengkapan dokumen pendukung, kesiapan sertifikasi, hingga sistem penataan arsip dan laporan operasional guna mendukung transparansi serta kelancaran proses audit. Kebutuhan teknis lainnya seperti optimalisasi peralatan dapur dan sistem pengelolaan limbah turut diarahkan agar operasional dapur berjalan lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dari sisi pengelolaan anggaran, Erikson Sianipar menekankan pentingnya pemanfaatan dana MBG secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Ia juga mendorong agar dapur MBG memprioritaskan penggunaan bahan baku lokal berkualitas premium, selain untuk menjaga kesegaran pangan, juga sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Melalui evaluasi dan pembinaan berkelanjutan ini, Erikson berharap dapur MBG di Kecamatan Sumbul dapat menjadi percontohan layanan makan bergizi berstandar tinggi, dengan penggunaan bahan baku premium sebagai identitas dapur MBG Yayasan Bisukma Group dalam memberikan manfaat optimal, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.







