Peduli Bencana, Penerbit Yudistira – Toko Defaris Salurkan Bantuan ke Sekolah Terdampak di Humbahas 

Humbahas, Polmas Poldasu

Gelombang banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan beberapa hari terakhir menyisakan duka mendalam bagi dunia pendidikan. Sebahagian ruang kelas rusak, buku pelajaran hanyut, dan kegiatan belajar mengajar terpaksa berlangsung di ruang darurat. Namun di tengah kepedihan itu, kepedulian hadir seperti cahaya kecil yang menuntun harapan.

 

Penerbit Yudistira bersama Toko Deparis menunjukkan empati dan komitmen sosialnya dengan menyalurkan bantuan kepada sejumlah sekolah yang terdampak, Selasa (9/12/2025).

 

Bantuan berupa sembako diserahkan kepada lima sekolah, yakni UPT SMP Negeri 020 Onan Ganjang, UPT SMP Negeri 021 Sigalogo, UPT SMP Negeri 022 Parbotihan, UPT SMP Negeri 032 Karya, dan UPT SMP Negeri 033 Sipagabu.

 

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban sekolah guru dan siswa sekaligus mempercepat pemulihan proses belajar. Pendidikan tidak boleh berhenti, bahkan di tengah bencana,” ungkap perwakilan Penerbit Yudistira saat penyerahan bantuan.

 

Para kepala sekolah yang menerima bantuan tampak haru. Mereka mengakui bahwa dalam situasi sulit seperti ini, uluran tangan dari pihak swasta sangat berarti. Banyak guru harus tetap mengajar meski fasilitas terbatas, sementara anak-anak berusaha kembali belajar dengan semangat yang tak pernah padam.

 

Pemerintah Daerah Humbang Hasundutan melalui Dinas Pendidikan juga mengapresiasi aksi kemanusiaan tersebut. Menurut mereka, kolaborasi dunia usaha dapat mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan yang rusak dan memberikan kekuatan baru bagi para siswa serta tenaga pendidik.

 

Di tengah sisa lumpur dan puing-puing bangunan, senyum anak-anak kembali terlihat saat menerima bantuan. Ada rasa lega dan harapan yang tumbuh, seolah bencana tidak mampu memadamkan semangat mereka untuk menggapai cita-cita.

 

Bantuan ini menjadi bukti bahwa kepedulian dan gotong royong masyarakat dapat menjadi kekuatan besar untuk membangkitkan kembali dunia pendidikan.

 

Dengan langkah bersama, diharapkan aktivitas belajar di Humbang Hasundutan dapat segera pulih, sementara upaya perbaikan infrastruktur terus berjalan.

 

Dari bencana, tumbuh harapan. Dari kepedulian, lahir kembali keyakinan bahwa pendidikan tak boleh berhenti, apa pun rintangannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *