Taput – TB. Polmas Poldasu
Komisariat Cabang Pemuda Katolik Tapanuli Utara menyelenggarakan Seminar Sehari bertema “Ekologi dan Tanggung Jawab Bersama” pada Sabtu (29/11/2025) di Kota Tarutung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran ekologis generasi muda sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Acara dibuka dengan sesi inspiratif oleh Dr. Erikson Sianipar, MM, Ketua HKTI Tapanuli Utara sekaligus Ketua DPC Gerindra Tapanuli Utara, serta Pastor Merdin Sitanggang, Pastor Paroki Santa Maria Tarutung. Kehadiran kedua tokoh ini menjadi dukungan moral bagi Pemuda Katolik, sekaligus menegaskan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama berbagai elemen masyarakat.
Tiga narasumber utama kemudian menyampaikan materi dari sudut pandang yang berbeda namun saling melengkapi.
Pastor Walden Sitanggang, anggota JPIC (Justice, Peace and Integrity of Creation), memaparkan keterkaitan antara krisis ekologis dan kehidupan manusia sehari-hari. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan juga berkaitan erat dengan isu keadilan sosial, perdamaian, serta kesejahteraan masyarakat. Deforestasi, krisis air, hingga polusi disebut dapat memicu kerentanan sosial jika tidak ditangani secara serius.
Dari unsur pemerintah daerah, Vindo R. Tambunan dari Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara memaparkan kondisi aktual lingkungan di Kabupaten Tapanuli Utara. Ia menyoroti beberapa tantangan utama seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, degradasi kualitas lahan, serta pentingnya pengawasan dan penegakan aturan lingkungan. Ia juga mengajak generasi muda untuk terlibat dalam gerakan edukasi, kampanye peduli lingkungan, dan pembiasaan gaya hidup ramah lingkungan.
Sementara itu, Berto Sitompul dari Bank Sampah menyampaikan praktik-praktik konkret yang dapat dilakukan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Ia menjelaskan bagaimana sistem bank sampah bukan hanya membantu mengurangi pencemaran, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi bagi warga serta menumbuhkan budaya pemilahan sampah dari rumah.
Seminar berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab seputar perubahan iklim, peran komunitas gereja, hingga tindakan kecil yang dapat dimulai dari keluarga. Antusiasme peserta mencerminkan meningkatnya kepedulian generasi muda terhadap isu-isu ekologis.
Melalui kegiatan ini, Pemuda Katolik Tapanuli Utara menegaskan komitmen mereka untuk terus mendorong gerakan ekologis yang berkelanjutan. Panitia kegiatan menyampaikan bahwa menjaga bumi bukan hanya wacana, tetapi komitmen kolektif yang dimulai dari langkah-langkah sederhana namun konsisten demi masa depan lingkungan yang lebih baik.







