Sipoholon – TB. Polmas Poldasu
Bupati Kabupaten Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengolahan lahan tidur di Dusun Lumban Gaol, Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon, Rabu (22/10). Peninjauan ini merupakan tindak lanjut dari peresmian pemanfaatan lahan tidur seluas 6–7 hektare yang telah dilakukan sebelumnya pada 22 September 2025.
Bupati Jonius dalam arahannya menekankan pentingnya pengelolaan lahan ini secara serius dan terencana oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Simanungkalit. Menurutnya, program ini tidak hanya bertujuan untuk mengaktifkan kembali lahan yang selama ini terbengkalai, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Lahan ini harus dikelola secara optimal dan profesional. Kita harapkan hasil dari kolam ikan yang sudah dibangun dapat memenuhi kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sipoholon. Jika dikelola dengan baik, manfaatnya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Bupati Jonius.
Ia juga mengingatkan pengurus BUMDes dan masyarakat agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi memahami seluruh proses bisnis secara menyeluruh — mulai dari perencanaan, pemeliharaan, panen, hingga strategi pemasaran hasil produksi.
Selain meninjau pengolahan lahan, Bupati Jonius juga menerima langsung proposal pembangunan lingkungan sekolah dari Kepala Sekolah SD Negeri 173134 Simanungkalit. Proposal tersebut diajukan karena area sekolah kerap mengalami genangan air saat musim hujan, sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan menindaklanjuti proposal tersebut dan mengusulkannya ke dalam rencana anggaran tahun 2026. “Kami akan upayakan agar kebutuhan ini masuk dalam perencanaan anggaran tahun depan. Lingkungan belajar yang nyaman dan aman sangat penting bagi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Peninjauan ini turut dihadiri oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, guru, serta masyarakat setempat yang menyambut baik komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan desa. Program ini diharapkan menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BUMDes dalam mengelola potensi desa untuk mendorong ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi lokal.













