Balige Writers Festival tahun 2025 (BWF 2025), ajang pertemuan para Penulis yang berasal dari berbagai kota di Indonesia, akan dilaksanakan selama 4 hari, dimulai tgl 31 Juli – 3 Agustus 2025, lokasi acara akan dipusatkan di Lumban Gaol, Desa Tambunan Balige Toba.
Panitia BWF 2025 menghadirkan sekitar 90 orang yang sebagian besar adalah Penulis, Budayawan, Kurator, Narasumber yang sekaligus juga merupakan peserta dalam even tahunan tersebut, dan acara ini merupakan yang ke-empat.
Untuk menyukseskan acara itu, Pemerintah Kabupaten Toba, melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Toba, Eston Sihotang, bertempat di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Toba, telah melaksanakan rapat pemantapan bersama panitia BWF 2025, yang juga dihadiri beberapa OPD terkait seperti: Kadisbudpar Toba, (Rusti Hutapea), Kabag Kesra, Tanda Dongoran, dan Kabag Perekonomian dan SDA (Samuel Lumbanraja), Plt Kadis Pertanian (Lena Pardede), Dipersib, Koperasi & UMKM, Porkopin, dll
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdakab Toba dalam arahannya mengimbau agar Panitia dan OPD terkait dapat saling berkoordinasi agar Balige Writers Festival 2025 terlaksana dengan baik dan sukses.
โTerima kasih atas sumbangsih ide dan pemikiran kita pada rapat ini, kiranya kegiatan BWF 2025 nanti dapat terlaksana dengan baik,โ tutup Eston Sihotang.
Ketua Panitia BWF 2025, dalam paparannya menjelaskan agenda dan pelaksanaan acara sejak hari pertama hingga hari terakhir; hari pertama beberapa penulis akan disebar ke berbagai sekolah yang ada di Toba, editor ‘s Clinic, Diskusi Sastra.
Hari kedua, Para Penulis direncanakan bertemu dengan Bupati di rumah dinas Bupati dalam tajuk ramah tamah, sebelum acara pembukaan yang dihadiri oleh staff khusus Kementrian Kebudayaan RI Nessa Rengganis, penyerahan buku oleh Panitia ke Pemkab Toba, Diskusi Panel dll.
“Dengan adanya penyelenggaraan BWFdi Toba, dan rutin terlaksana selama 3 tahun ber turut, kita patut bersyukur bahwa Balige Writers Festival sudah masuk dalam Kalender Sastra Nusantara, dan sudah menjadi bagian dari konsorsium sastra nasional, menjadi peserta program Managemen Talenta Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan (Ditjen PPPK) Kementerian Kebudayaan, termasuk didalamnya menjadi bagian dari kosorsium yg bulan lalu juga kita ikuti pada event Makassar International Writers Festival” tutup Grace.













