Padangsidimpuan Polmas Poldasu
Sekitar pukul 11.00 WIB, Pimpinan Besar Gerakan Mahasiswa Bawah Tanah (PB–GEMA BT) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan dengan tema “Bongkar Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas Kesehatan: Dari Mark-Up hingga Ambulans, Transparansi atau Turun Jabatan!”
Aksi berlangsung tertib dan kondusif, diikuti mahasiswa, pemuda, dan masyarakat sebagai bentuk kontrol sosial atas dugaan persoalan transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas pengelolaan anggaran publik sektor kesehatan.
Ketua Umum PB–GEMA BT, Bung Ahmadi, menegaskan tuntutan keterbukaan total anggaran dan akuntabilitas kinerja sebagai bentuk tanggung jawab publik. Koordinator aksi, Wira F. Hasibuan, menekankan urgensi audit independen yang objektif dan terbuka. Qadafi Nasution menyoroti potensi konsekuensi hukum atas dugaan penyalahgunaan kewenangan, sementara Rifky Imam Hasbullah menekankan perbaikan nyata layanan kesehatan. Syahrial Siregar (Ucok SS) menguatkan orasi berbasis konstitusi terkait hak informasi dan pelayanan publik.
Turut hadir Guswan Leo dari Kepegawaian Kesbangpol Kota Padangsidimpuan yang mengarahkan massa untuk tetap menjaga kondusivitas, kedisiplinan, dan etika aksi.
Massa menyampaikan enam tuntutan utama: keterbukaan anggaran, klarifikasi dugaan mark-up dan pengadaan, audit independen, evaluasi ambulans, peningkatan layanan kesehatan, serta evaluasi struktural oleh Wali Kota.
Massa tidak dapat bertemu langsung dengan Kepala Dinas Kesehatan karena sedang berada di luar kantor. Dialog dilakukan dengan Kabid P2P, Ns. Irma Syahreni, S.Kep., yang menyatakan akan menyampaikan langsung seluruh pernyataan sikap dan tuntutan mahasiswa kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan.
Bung Ahmadi kemudian menyampaikan pernyataan sikap yang diikuti massa dan diamanahkan kepada pihak dinas. Ia menegaskan, apabila tuntutan tidak diindahkan, PB–GEMA BT akan menggelar aksi jilid 2 di Kantor Inspektorat Daerah, DPRD, Kejaksaan Negeri, dan Kantor Wali Kota dalam waktu yang wajar.
Aksi mendapat pengawalan Polres, TNI, Kejaksaan, dan Satpol PP, berlangsung damai, dan ditutup dengan pembubaran massa secara tertib.
PB–GEMA BT menegaskan aksi ini sebagai langkah konstitusional demi mendorong transparansi, keadilan, dan integritas tata kelola pemerintahan.
Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia!







