PUBLIK BERHARAP POSISI WAKIL KETUA DPRD KABUPATEN BATU BARA ASAL PARTAI GERINDRA YANG SAAT INI MASIH KOSONG DAPAT DIISI OLEH FIGUR YANG TEPAT DAN MEMILIKI KREDIBILITAS YANG MUMPUNI

Batu bara, (Polmas)

 

Desakan Kader Partai Gerindra Kabupaten Batu Bara kepada DPP agar jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara jatah Partai Gerindra yang sudah 7 bulan kosong agar segera diisi ternyata memantik perhatian publik. Sejumlah pihak pun mulai angkat bicara terkait hal itu. Fenomena ini menunjukkan bahwa Partai Gerindra sebagai peraih jumlah kursi terbesar nomor 2 di Kabupaten Batu Bara hasil Pemilu 2024 lalu memiliki arti strategis di mata masyarakat.

 

Tidak sedikit masyarakat yang menyayangkan hingga saat ini posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra masih kosong sehingga banyak momentum penting baik di DPRD Kabupaten Batu Bara maupun di Pemerintahan Daerah yang dilewatkan Partai Gerindra begitu saja.

 

Tidak hanya itu, masyarakat juga mulai menyoroti profesionalitas kinerja Ketua dan Sekeretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Batu Bara yang dianggap tidak mampu menyelesaikan tugas pengisian jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra yang cukup berlarut larut tanpa ending yang jelas sampai hari ini.

 

Bahkan karena tidak sabarnya melihat fakta tersebut, hal ini memicu para kader yang selama ini diam mulai bergerak melakukan kerja partai demi terisinya jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara jatah Partai Gerindra yang sudah 7 bulan masih belum terisi. Alasan para kader itu bergerak hanya satu yaitu demi menyelamatkan marwah Partai di mata Publik Batu Bara.

 

Terkait dengan persoalan yang terjadi pada Partai Gerindra Kabupaten Batu Bara saat ini, Pengamat Hukum, Sosial dan Politik Kabupaten Batu Bara Suhairi, S.Sos., S.H. berharap agar kursi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra yang masih kosong hingga saat ini dapat segera diisi oleh figur yang tepat dan memiliki kredibilitas yang mumpuni demi profesionalisme pelaksanaan tugas tugas DPRD.

 

Pria yang merupakan Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara itu lebih lanjut mengatakan seharusnya Partai Gerindra memberi contoh yang baik kepada masyarakat mengenai tata kelola partai dengan tidak terlalu lama menetapkan siapa figur yang akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra.

 

“Ya jika saja Partai Gerindra tidak banyak memainkan manuver tidak begitu sulit rasanya untuk mendudukan kadernya menjadi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara”, sebut Suhairi memberitahukan.

 

Ditanya figur yang seperti apa yang diharapkan publik untuk mengisi jabatan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra, Alumni Fakultas Hukum Universitas Asahan tersebut menyatakan tentu figur yang memiliki kredibilitas lebih dari calon lainnya. Kredibilitas itu ungkap Suhairi menyangkut kompetensi, senioritas dan loyalitas selama menjadi kader partai.

 

Pria yang berprofesi sebagai Advokat itu lebih jauh memaparkan, kompetensi meliputi 3 aspek, yaitu Pendidikan, Attitude, dan Keterampilan (kecakapan). Jadi menurut Suhairi, karena yang mau diisi adalah Jabatan Wakil Ketua DPRD maka faktor pendidikan, attitude dan kecakapan menjadi hal yang utama yang wajib dipertimbangkan oleh DPP. Selain itu sambungnya, faktor senioritas dan loyalitas di partai juga tidak kalah pentingnya turut dijadikan sebagai pertimbangan yang urgen.

 

Sekedar memberitahukan kepada pembaca setia Tabloid Polmas Poldasu, kasus belum terisinya posisi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Batu Bara asal Partai Gerindra menjadi satu satunya kasus yang terjadi di Indonesia pasca Pemilu 2024. Hal ini sekaligus memberikan indikasi bahwa DPC Partai Gerindra Kabupaten Batu Bara sedang tidak baik baik saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *