Puting Beliung Hantam Rumah Ibadah, Bupati Humbahas Turun Langsung Beri Bantuan

Humbahas, Polmas

Angin puting beliung yang melanda Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Selasa pagi (10/6), menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk satu rumah ibadah, Gereja HKBP Aek Nauli di Desa Aek Nauli II.

 

Mendengar laporan bencana itu, Bupati Humbahas Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH langsung bertindak cepat. Ia memerintahkan BPBD dan jajaran terkait untuk turun ke lokasi dan meninjau kondisi gereja serta warga terdampak.

 

Sebelum menuju lokasi utama, Bupati bersama rombongan sempat berhenti melihat langsung proses evakuasi pohon tumbang yang dilakukan tim BPBD dan TNI. Ia memberikan apresiasi dan semangat kepada para petugas yang tetap siaga di tengah cuaca ekstrem yang masih mengancam.

 

“Saya terkejut saat mendengar ada rumah ibadah yang rusak akibat angin puting beliung. Saya langsung instruksikan agar tim gabungan segera turun ke lapangan,” ujar Bupati di lokasi kejadian.

 

Tak hanya hadir, Bupati Oloan juga membawa bantuan berupa terpal untuk penanganan darurat dan dana renovasi agar kegiatan ibadah jemaat tidak terhenti. Langkah cepat ini mendapat sambutan hangat dari jemaat dan tokoh gereja setempat.

 

Pendeta Resort Aek Nauli, Pdt. Herna Herliza br Tambunan, S.Th, tak kuasa menahan haru atas kehadiran langsung orang nomor satu di Humbahas itu. “Kami sangat terharu dan berterima kasih atas perhatian dan bantuan Bupati. Ini memberikan semangat baru bagi kami untuk segera bangkit dan memperbaiki rumah ibadah,” ungkapnya.

 

Turut mendampingi Bupati dalam kunjungan tersebut, jajaran pejabat Pemkab Humbahas seperti Asisten Administrasi Umum Tua Marsatti Marbun, Plt. Inspektur De Zon Situmeang, Kadis Kominfo Batara Franz Siregar, Plt. Kalak BPBD Sabar Purba, Kabag Kesra Tumbur Hutasoit, Camat Pollung Imron Banjarnahor, serta Kades Aek Nauli II Jeparis Lumbangaol.

 

Langkah cepat dan kehadiran langsung Bupati Humbahas dinilai menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap warganya, terutama saat menghadapi bencana alam yang tidak terduga.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *