DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sumut Meminta Anggota DPRD Batu Bara Untuk Memanggil Dinas PUTR

Batu Bara Polmas Online. Rabu 21/5 -2025.

DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sumut Meminta Anggota DPRD Batu Bara Untuk Memanggil Pihak Terkait Yang Bartanggung Jawab Dalam Pembangunan Lapangan Bola Kaki Di Belakang Kantor Bupati Kab.Batu Bara.

 

Pasalnya Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Sumut Meminta Anggota DPRD Batu Bara Segra Untuk Memanggil Pihak Terkait Yang Bartanggung Jawab Dalam Penggunaan Anggaran Pembangunan Yang Cukup Pantastis Hampir Tiga Miliar Untuk Lapangan Bola Kaki Di Belakang Kantor Bupati,Kalau dilihat dari kasat mata pembangunan seper itu Menelan Biaya Hampir Tiga miliar Rupiah Sementara Yang Terlihat Dalam Pembangunannya Dua Tiang Gawang Yang Berwarna Putih Dan Lapangan Yang Dutumbuhi Rumput Rumputan sangat tidak mungkin.

 

Proyek pembangunan lapangan bola kaki ini dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Batu Bara dengan nilai pagu Rp. 2.815.887.850,00. Tender proyek ini dimenangkan oleh CV. Widyakarya Mandiri dari Bandar Lampung.

 

Menurut sumber yang dapat dipercaya, proyek yang diduga kuat telah terjadi mark-up ini telah diserahterimakan dari Dinas PUTR ke Sekretariat Daerah dengan berita acara serah terima aset yang ditandatangani oleh Ir. Kurnia Lismawatie, MT, selaku Kepala Dinas PUTR.

 

Namun, sangat disayangkan bahwa pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek ini, termasuk PPK Ahmad Yasir dan Kepala Inspektorat Kabupaten Batu Bara, Hasrul, tidak bersedia memberikan jawaban kepada awak media. Padahal, anggaran yang digunakan adalah dari pajak rakyat dan rakyat wajib tahu tentang penggunaan anggaran tersebut.

 

“Penggunaan anggaran hampir tiga miliar rupiah untuk proyek pembangunan lapangan bola kaki yang hanya berupa rumput liar dan dua tiang gawang, sangatlah tidak wajar dan patut diduga telah terjadi mark-up,” Kata salah satu masyarakat yang tidak ingin di sebut namanya

 

Publik menuntut pihak berwenang untuk mengusut tuntas kasus ini buka seterang terangnya siapa saja yang terlibat dan berikan hukuman yang setimpal kepada pihak yang bersalah. Sampai berita ini tayang, belum ada jawaban dari PPK Ahmad Yasir dan Kepala Inspektorat Kabupaten Batu Bara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *