Batu Bara, (Polmas)
Sebanyak 33 orang warga Dusun II Desa Kuala Indah Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara minta kepada Pimpinan PT. MNA Kuala Tanjung dan Pimpinan Wilmar Group di Jakarta untuk segera membongkar saluran pipa air miliknya yang dipasang di atas lahan kepunyaan warga. Alasan permintaan pembongkaran saluran pipa air tersebut didasarkan pada fakta bahwa menurut warga saluran pipa air yang dipasang pihak PT. MNA Kuala Tanjung di atas lahan mereka tidak ada manfaatnya sama sekali.
Permintaan puluhan warga Dusun II Desa Kuala Indah itu disampaikan dalam surat pernyataan bersama yang mereka tandatangani tertanggal 26 April 2025 yang ditujukan kepada Pimpinan PT. MNA Kuala Tanjung dan Pimpinan Wilmar Group. Selain menujukan surat kepada kedua Pimpinan Perusahaan tersebut, puluhan warga Dusun II Desa Kuala Indah juga turut menembuskan surat ke berbagai pihak seperti: ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perindustrian, Ketua DPRD Batu Bara, Kepala BPPD Batu Bara dan Kapolres Batu Bara.
Puluhan warga Dusun II Desa Kuala Indah menembuskan surat permintaan pembongkaran saluran pipa air milik PT. MNA Kuala Tanjung bermaksud agar aspirasi dan keluhan mereka didengar oleh penguasa di negeri ini yang selanjutnya dapat menindaklanjuti dengan aksi nyata.
Sampai berita ini ditayangkan belum diperoleh penjelasan resmi baik dari pihak PT. MNA Kuala Tanjung maupun pihak Wilmar Group terkait permintaan puluhan Warga Dusun II Desa Kuala Indah tersebut.
Informasi yang dihimpun Wartawan Tabloid Polmas Poldasu dilapangan mengabarkan, bahwa beberapa tahun yang lalu pihak PT. MNA Kuala Tanjung ada memberikan kompensasi kepada para warga yang tanahnya dilintasi oleh saluran pipa air miliknya, namun nilai kompensasi itu sangat tidak layak dan tidak manusiawi sehingga warga mendesak agar saluran pipa air milik PT. MNA Kuala Tanjung dibongkar saja.
Selanjutnya warga juga berucap tidak perlu lagi ada toleransi terhadap PT. MNA Kuala Tanjung soal saluran pipa air itu. Mereka yang meraup keuntungan besar warga yang menderita.







