Piala INALUM merupakan turnamen sepakbola resmi yang digelar setiap tahunnya guna memeriahkan dan menyemarakkan Hari Ulang Tahun perusahaan aluminium tersebut yang jatuh pada Tanggal 06 Januari. Sepanjang perjalanannya, Piala INALUM telah silih berganti melahirkan juara dan telah pula melekat dipemikiran masyarakat luas. Salah satu indikasinya adalah setiap kali PT. INALUM hendak merayakan Hari Ulang Tahunnya, maka pertanyaan banyak orang adalah kapan Piala INALUM akan mulai dilaksanakan dan tim tim mana saja yang akan menjadi pesertanya.
Di sisi lain, bagi klub klub sepakbola baik itu klub sepakbola milik perusahaan, pemerintah daerah, maupun milik kelompok dan golongan tertentu, Piala INALUM sangat mereka nantikan. Hal ini wajar, sebab apa artinya ada klub sepakbola jika tidak ada turnamen??
Ajang Meraih Prestasi
Piala INALUM dilihat dari aspek urgensinya adalah sebagai momentum untuk meraih prestasi. Suatu ironi jika klub sepakbola yang mengikuti Piala INALUM tidak memiliki target menjadi juara. Kalau hanya sebagai penggembira saja, ngapain ikutserta pada Piala INALUM?? Bukankah untuk mengikuti turnamen sekelas Piala INALUM dibutuhkan biaya yang besar???
Pada kenyataannya, tidak semua klub mampu mengejawantahkan keinginan menjadi juara. Begitu turnamen dimulai, tiap klub akan bersaing dengan lawan lawan yang dihadapinya. Dalam setiap pertandingan tentu ada yang kalah dan ada yang menang. Klub yang menang adalah klub yang lebih matang dari rivalnya baik itu teknik bermainnya, kedisiplinannya, kerjasama timnya maupun mentalnya. Intinya, untuk menjadi juara Piala INALUM tidak mudah, perlu persiapan yang matang dan perlu profesionalisme dalam mengelola klub supaya mampu melahirkan pemain pemain yang berkualitas.
Tokoh sepakbola Kabupaten Batu Bara Djaya Tarigan yang juga menjabat sebagai Ketua klub PS. Sania Kuala Tanjung ketika dimintai pendapatnya oleh Wartawan Tabloid Polmas Poldasu pada Jumat sore, 24 Januari 2025 bertempat di Lapangan Utama Sepak Bola Tanjung Gading Kelurahan Perkebunan Siparepare Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara mengatakan bahwa Piala INALUM memberikan arti strategis bagi pembinaan prestasi generasi muda di bidang olah raga sepakbola. Hasil latihan dan pendidikan sepakbola yang selama ini diberikan klub jelas Djaya Tarigan akan dibuktikan tingkat keberhasilannya selama mengikuti Piala INALUM, apakah ilmu yang didapat benar benar sudah bisa diaktualisasikan dalam permainan dilapangan?? atau tidak.
Tentu aku Djaya Tarigan, untuk menerapkan ilmu sepakbola yang didapatkan dari klub tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pada saat seorang pemain bertanding dilapangan, menurut Djaya Tarigan ia tidak hanya berhadapan dengan lawannya saja, melainkan ia juga berhadapan dengan penonton dan dirinya sendiri. “Rasa percaya diri, ketenangan bathin, dan mentalitas akan menjadi faktor yang menentukan apakah seorang pemain itu bisa bermain baik atau sebaliknya. Banyak pemain yang memiliki teknik bermain bola bagus tapi karena dirinya tidak siap mental dan tidak punya kepercayaan diri yang kuat akhirnya keterampilan bermain bola yang dimilikinya tidak dapat diterapkan saat bertanding dan akhirnya ia berpenampilan buruk”, ucap Djaya menerangkan.
Jadi tegas Djaya Tarigan, sangat tepat jika banyak pihak menyatakan Piala INALUM merupakan ajang menunjukkan prestasi bagi pemain sepakbola karena di Piala INALUM inilah orang akan melihat ketangkasan pemain dalam bermain bola. “Siapa yang lebih unggul pasti dia yang akan mengukir prestasi dan berhasil menjadi juara”, sebut Djaya lagi.
Ajang Pertaruhan Gengsi
Bagi klub klub yang sudah punya nama besar, Piala INALUM dipandang mereka tidak hanya sekedar sebagai ajang meraih prestasi tapi lebih dari itu merupakan ajang pertaruhan gengsi.
Djaya Tarigan mengemukakan, pertaruhan gengsi bisa berwujud pertaruhan kehormatan, marwah, dan nama baik sebuah klub. Karenanya ujar Djaya, demi menjaga sebuah martabat klub agar jangan sampai kalah atau dipecundangi dengan klub besar lainnya apalagi klub itu sudah menjadi musuh bebuyutannya, sebuah klub sanggup mengeluarkan biaya besar hanya untuk membayar pemain pemain top. Bahkan sambungnya, terkadang tidak sesuai logika, uang yang dikeluarkan klub untuk mengebon pemain jauh lebih besar daripada hadiah yang diterima. “Tapi itulah gengsi, tidak peduli berapa besar uang yang dikeluarkan yang penting harga diri klub tetap terjaga”, tutup Djaya Tarigan senyum.
Sekedar mereview kembali, Piala INALUM Tahun 2025 ini diikuti oleh 9 (sembilan) kesebelasan. Dari 9 (sembilan) kesebelasan tersebut terdapat beberapa tim yang punya nama besar, diantaranya sang juara bertahan PS. Sania Kuala Tanjung, kemudian PSAD Medan, Pemkab Segai, INALUM FC. dan Kosek 1 Medan. Tim tim besar itu akan saling bersaing dan pada akhirnya akan tampil tim yang terhebat dari yang hebat sebagai juaranya. Siapa tim tersebut?? Kita tunggu bersama sama sampai selesainya Piala INALUM 2025 ya!!!







