Langkat-PolmasPoldasu.id
Tak ada angin dan tak ada hujan, tiba – tiba kepala sekolah salah satu SD di desa SEI LIMBAT kecamatan selesai kabupaten langkat yang berinisial (NUR.Spd) bersikap arogan dan diduga tak punya etika, saat marah-marah kepada wartawan ketika di tanyakan perihal dana BOS yang di kelola sekolahnya selama ini.
Sangat aneh, sang kepsek diduga merasa terusik dan tidak senang ketika wartawan menanyainya perihal dana BOS tersebut, meski pun mulanya awak media menanyainya secara baik -baik dan sopan.Namun sifat Arogan sang kepsek tak dapat di tolirir
Sebagai seorang pendidik.
Kronologis awal cerita ketika wartawan bersama rekan-rekannya menyambangi SD.Negeri 058374 SEI LIMBAT kecamatan selesai kabupaten langkat.kamis(03/10/2024)
.disana kru wartawan berjumpa kepada salah satu dewan guru dan menanyakan kepadanya “Bu kepala sekolah ada kata kru media
“Gak ada bang,kepala sekolah kami lagi sakit”ujar dewan guru tersebut.kalau gitu bisa ibu telponkan sebentar”kata kru wartawan”ada perlu apa bang“ujar dewan guru”kami ada perlu Bu mau konfirmasi.
Sama kepsek “kata kru,Iya bang biar saya telepon kepsek”ujar guru tersebut,tak lama kemudian saat di hubungi dewan guru kepsek menerima telpon tersebut dan dewan gurupun langsung memberikan telpon tersebut ke kru media untuk berkomunikasi dengan sang kepsek tersebut,saat melakukan komunikasi antar kepsek dan kru media,kepsek bertanya”ini siapa,dan dari mana,keperluan kalian apa datang ke sekolah saya”ujar kepsek dengan lantang.kepada kru media.”gini Bu kepsek kami dari Media mau konfirmasi sama ibu prihal pengelolaan dana
BOS “kata kru media,mendengar hal itu kepsek 058374 yang berinisial Nur.Spd tersebut langsung Marah-Marah kepada kru wartawan”saya gak perlu sama wartawan dan LSM datang ke sekolah saya,yang saya perlukan hanya orang dinas”ujar kepsek dengan Nada sinis kepada wartawan dan tak lama dia pun langsung menutup telpon selulernya,
Prilaku sang kepsek ini sangat aneh dan terkesan melecehkan wartawan,
Akibat ketidaktransparan kepsek,kru media ahirnya melakukan konfirmasi kepada sejumlah dewan guru SDN.058374 disana kru media mendapat Bocoran bahwa jumlah siswa di sekolah tersebut sekitar 251 Siswa dan kepseknya sudah menjabat lebih kurang.4 Tahun.namun menurut keterangan dari beberapa dewan guru di sana,saat di tanyakan kru media tentang Fisik sekolah yang rusak seperti,platpon asbes yang bolong-bolong dan kaca Nako jendela yang pecah kenapa tidak di betulin dengan dana BOS”itu bukan wewenang kepsek bang bukan wewenang kami “ujar Guru-Guru di sana.
Sementara di tanya di mana letak papan informasi Tentang Rincian pengeluaran dan pemasukan dana BOS”dewan guru mengaku belum ada mungkin belum dibuat kepsek”ujar Dewan Guru tersebut.akibat kurangnya transparansi tentang pengelolaan dana operasional sekolah(BOS) di SDN.058374 tersebut patut di duga berpotensi di korupsi.
Untuk kepentingan pribadi.
Selain itu sangat di sayangkan seorang tenaga pendidik seharusnya dapat menghargai dan menjadi panutan bagi semua orang agar tercermin bahwa dia adalah seorang”Guru. Dan bukan malah sebaliknya
Untu itu kita meminta PJ.Bupatii Langkat dan kadis pendidikan dan kebudayaan Langkat dapat segera mencopot kasek 058374 yang terkesan Arogan kepada wartawan.
Sementara ketua ikatan Media online(IMO)indonesia Langkat,Agus Salim di dampingi wakil ketuanya Joni siregar mendesak.APH Poldasu dan kajatisu segera melakukan penyelidikan dan penyidikan atas dugaan korupsi dana bantuan operasional sekolah(BOS)di sekolahSDN tersebut”tegasnya
Hingga berita ini ditayangkan, awak media belum berhasil melakukan konfirmasi ke kepala dinas pendidikan dan Pj Bupati langkat , Rencananya tim investigasi IMO yang terdiri dari sejumlah awak media dan LSM juga akan melakukan konfirmasi dan mendorong penegak hukum melakukan audit dan pengusutan dana BOS di sekolah tersebut.













