Langkat-PolmasPoldasu.id
Dirut PTPN IV Regional II Palmco Jatmiko Krisna Santosa, diminta untuk segera mencopot Manejer PKWT PTPN IV Regional II kebun Sawit hulu kecamatan sawit seberang kabupaten Langkat inisial JD.LBS,karena diduga bersipat Arogansi melakukan pembongkaran warung secara paksa milik karyawan dan pensiunan kebun,walaupun masih ber proses RDP di DPRD langkat namun JD tidak mengindahkan proses RDP tersebut dan tetap bersekukuh melakukan pembongkaran paksa dan rencananya sipat arogansinya itu mau di lanjutkan pada hari ini Rabu,20 Agustus 2024
Menurut keterangan beberapa warga di sana,kalau Manejer PKWT JD LBS orangnya arogansi gimana tidak sudah puluhan tahun kami mendirikan warung disini membuka usaha keciil2an seperti menjual bensin eceran ,jualan minuman kopi,teh sarapan pagi,dll untuk menyambung hidup itupun sanggupnya membongkar warung kami, Pada hal sebelum JD Lubis bertugas semasa Manejer terdahulu kami gak pernah dilarang untuk berjualan atau digusur, kata pak Jamil(71) kepada awak media baru baru ini.
Pak Jamil yang juga salah seorang pensiunan kebun menceritakan tentang yang dialaminya selama bekerja dikebun, kini dirinya sudah pensiun” Abang Taulah kami menerima gaji pensiun cuma 300 rb, perbulan dapat apa, makanya kami buka warung kecil kecilan buat tambahan biaya hidup, kata pak Jamil dengan air mata berlinang menceritakan keluh kesahya kepada rekan awak media.
Terkait permasalahan ini,kami dari sejumlah pemilik warung, pernah menyampaikan persoalan ini kepada ketua DPRD Langkat melalui Rapat dengar pendapat/Audiensi pada 8 Agustus 2024, Rapat itu di pimpin langsung oleh ketua DPRD Langkat Sribana.PA.SE di hadiri.kepala bagian pemerintahan kabupaten langkat.camat sawit seberang ,kepala desa sawit hulu,kepala desa alur melati,KTU PTPN IV sawit hulu,PAM Aset/stap dari PTPN Regional 2 sawit hulu,Rapat itu belum membuahkan keputusan karena Menejer PTPN IV sawit hulu JD lubis tidak hadir,namun ketua DPR Langkat Sribana.PA.SE meminta semua pihak untuk bersabar dan DPR akan menjadwalkan ulang rapat selanjutnya dan akan mengundang semua pihak terkait untuk itu kita minta pemilik warung tetap berjualan seperti biasa”ujar ketua Sribana.
Namun anehnya sebelum di adakan Rapat selanjutnya,tiba-tiba pihak PTPN IV Regional II sawit hulu sudah duluan melakukan pembongkaran terhadap sejumlah warung-warung warga yang masih di sengketakan,Padahal belum ada keputusan apapun dalam rapat tersebut,artinya pihak Manejer perusahaan PTPN IV sawit hulu yang di pimpinin JD lbs telah mengangkangi kesepakatan Rapat di DPRD Langkat.
Untuk itu,masyarakat sawit hulu selaku pemilik warung meminta ketua DPRD Langkat untuk bertindak tegas,dan melaporkan oknum Manejer sawit hulu inisial JD ini ke direksi pusat dan minta untuk segera dicopot dari jabatanya.Karena kami hanya berjualan untuk mencari napkah bersama masyarakat lainya tepatnya di bawah jaringan PLN dipinggiran jalan umum di afd X dan XIII kebun sawit hulu guna untuk menyambung hidup dan tidak pernah menggangu Aset maupun tanaman perusahaan namun kini di klaim oleh pihak perkebunan dengan alasan” UU.Perkebunan
Eksekusi pembokaran paksa warung dan bangunan masyarakat yang di duga di klaim oleh pihak Manejer PTPN IV sawit Hulu berada di areal HGU sawit Hulu,juga didukung oleh Bapam kebun Sawit Hulu,Bapam Distrik Rayon Utara,BKO,Satpam serta diikut sertakan sejumlah pereman yang di duga dari OKP ,untuk menjaga keamanan yang akan melakukan eksekusi Pembongkaran terhadap sejumlah warung dan bangunan masyarakat yang ada.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait adanya pembongkaran sejumlah warung warga ini, kepada Manejer PKWT Sawit hulu Junaidi.H lubis,melalui via telpon berulang kali Selasa 20/8 Siang,ke Nomor, 081345375XXX namun yang bersangkutan memblokir Nomor oknum wartawan,begitu juga saat dikonfirmasi kepada JM Distrik Rayon utara Eri Umar melalui via telpon berulang kali nadanya aktif namun tidak menjawab,dititipkan pesan melalui whatsApp namun tidak juga menjawab,dan sampai berita ini dirilis
Selasa (20/8/2024)Manejer PKWT sawit hulu maupun JM.Distrik Rayon Utara Eri Umar belum menjawab konfirmasi yang di minta wartawan







