Langkat-PolmasPoldasu.id
Pengelolan dana desa di Kwala serapuh Kecamatan Tanjung Pura kabupaten Langkat tahun anggaran 2023 dan 2024 diduga sarat masalah, masyarakat meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan, pasalnya terdapat sejumlah dugaan penyelewengan anggaran dalam pengelolaan dana desa yang diperuntukkan untuk kepentingan pembangunan masyarakat Desa tersebut.
Beberapa warga di sana mengatakan kepada kru Media PolmasPoldasu.id mengungkapkan ada 4 item paket proyek TA.2023, yang sudah siap di kerjakan namun kualitasnya patut di pertanyakan seperti penkerasan jalan dan pembuatan Tanggul di Dusun I sepanjang 3,2 KM Di Dusun II Tanggul 250 M Di Dusun III pembibitan ikan Lele 8 Bak 3000 ekor dan peningkatan Tanggul paluh kluang di Dusun IV yang menurut informasi semu proyek itu di anggarkan dengan dana sebesar lebih kurang 100 juta
dan menyusul 3 paket pembangunan pada Tahun Anggaran 2024 seperti Tanggul di Dusun I lebih kurang 200 M pengkerasan jalan Dusun II simpang Kwala Langkat sepanjang 1.200 M serta perbaikan jalan dan pembangunan Tanggul di Dusun III yang perencanaan proyek pembangunannya di kerjakan pada Tahun Anggaran 2024 Namun sampai saat ini sama sekali proyek itu belum tampak dikerjakan,pada hal di desa – desa lain semua pembangunan Tahap I sudah hampir rampung di kerjakan hal ini Patut menjadi sorotan publik
Selain itu hasil pantauan kru wartawan media ini Rabu (1/5/2024)di kantor Desa Kwala serapuh Grapik APBdes yang menginformasikan kepada masyarakat tentang Pemasukan dan Pengeluaran dana Desa dan dana Alokasi desa DD dan ADD yang hampir 2 miliar di gelontorkan setiap tahunnya Tidak pernah tampak di pajangkan di kantor Desa ,Di duga hal ini sengaja tidak di pajang supaya masyarakat desa Kwala serapuh tidak mengetahui tentang Berapa dana Desa yang trealisasi Pada Tahun anggaran 2023-2024 pada hal Grafik APBdes desa wajib di pajang di depan kantor desa sebagaimana instruksi Menteri Desa PDTT supaya pemerintah Desa dalam pengelolaan dana desa terkesan transpran dan tidak menjadi ladang fitnah bagi masyarakat
Dan mirisnya, menurut informasi dari tahun ke tahun kades tidak pernah membuat apalagi memajang Grafik APBdes di depan kantornya, dan kuat dugaan kades beserta Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) sebagai penanggung jawab dana desa dan proyek desa di sinyalir sengaja Menutup-Nutupi
Agar masyarakat tidak mengetahui berapa dana desa yang di terima dan yang di realisaikan untuk pembangunan desa
selain itu salah satu warga masyarakat di sana juga mengatakan kepala desa Kwala serapuh Hasanuddin juga jarang masuk kantor bahkan bisa di hitung dalam satu bulan hanya beberapa kali saja ,itupun kalo ada Rapat atau pas Gajian ujar warga yang enggan menyebutkan jati dirinya kepada kru media ini, mereka juga Heran ” kenapa kades jarang masuk dan abang liat aja lah sendiri halaman kantornya saja udah semak ke gak pernah di Urusin “celoteh warga
Sementara Mengenai dana BUMdes Ketua BPD Desa Kwala serapuh pak Tonggo saat di di temui di desanya menjelaskan “ada 3 ekor lembu yang di beli dari dana BUMdes, namun sekarang sudah di jual dengan harga 20 juta di potong ongkos jaga 5 juta ujarnya ,namun ketika di tanya uangnya di salurkan kemana “ah,kalo soal itu kami gak taulah ” ujar Pak Tonggo
Terkait hal ini,Masyarakat meminta kepada aparat penegak hukum untuk turun tangan menyelesaikan permasalahan yang ada di Desa Kwala Serapuh karena ada bau amis terjadi dugaan korupsi yang di sinyalir di lakukan oleh Kepala desa dan oknum prangkatnya” Kita minta APH dan inspektorat untuk turun tangan, karena kita menduga adanya penyimpangan pengelolaan dana desa oleh oknum kades dan TPK nya ,” pungkas warga.
Sementara itu, Kepala Desa Kwala Serapuh kecamatan Tanjung pura, Hasanuddin saat mau di konfirmasi oleh media ini di kediamannya di desa Kwala serapuh, Rabu (1/5/2024) tidak berhasil di temui sayangnya menurut keterangan ketua BPD Desa Kwala serapuh pakTonggo mengatakan”kalo pak kades sekarang udah gak tinggal disini pak dia sekarang sudah pindah ke desa Pulau Banyak jadi kalo ada perlu jumpai saja dia disana “ujar pak Tonggo,








