SIMALUNGUN || Polmaspoldasu.id — Dugaan tentang adanya manipulasi matrial Rabat beton di huta pembela Nagori Marihat Tanjung Kecamatan Bosar Maligas Kab. Simalungun Dumatera Utara Belum ada titik terang.
Camat Bosar maligas Rosmardiah Purba Belum angkat bicara soal penggunaan matrial bekas yang di pergunakan dalam pembangunan Rabat beton di huta pembela dengan Volume 337 X 3.5 X 0,15 yang di biayai Dana Desa tahun anggaran (TA) 2022 sebesar Rp 325.300.312.500.- (tiga ratus dua puluh lima juta tiga ratus dua belas ribu lima ratus rupiah ) sesui yang di tuliskan dalam papqn informasi desa terkait pemgguanaan anggaran belanja Nagori 2022.
Rosmaidah yang sempat di confirmasi lewat WhatsAAp pribadinya pada pekan palu jumat 18/11 sore sekira pukul 15.00 Wib, menuliskan ” Iya pak akan kita konfirmasi Pangu dan TPKnya” tulis Rosmaidah Purba, namun hingga kini pertanyan kembalinyang di layangkan lewat No yang sama belum juga ada tanda pesan terjawab.
Dugaan penggunaan matrial bekas yang di gunakan untuk pembagunan rabat beton T.A 2022 di huta pembela di sinyalair menggunakan material T.A 2021 yang trlah mengalami kerusakan. Berdasarlan aduan pers dari salah seorang warga Kecamatan Bosar Maligas Yang berinisial AM dan di kuatkan oleh salah seorang anggota ormas berinisial SA menyampaikan hal yang sama Oktober lalu.
Menurut Am dan Sa Pelaksanan pembangunan itu di kerjakan bulan agustus lalu, kini kondisi Jalan tersebut mulai terkupas dan me unjukan kerusakan dini padahal masih hitungan bulan.
Menindak lanjuti laporan warga, kru media coba menggali informasi kepada Pangulu (Kepala Desa) Marihat tanjung Muhammad Suriawan SP.d terkait dugaan pengguana material bekas yang di gunakan, namun suryawan tidak bersedia memberilan ketetangan lewat pesan singkat yang sempat di layangkan pada suryawan lewat no WhatsAp pribadi miliknya pada dua pekan lalu.
Terkait pelaksaan proyek rabat beton yang di laksakan oleh pemerintah Nagori Marihat tanjung pada agustus lalu di benarkan oleh Pendaping Desa berinisial AD yang bertugas wilayah kecamatan Bosar maligas, lewat sambungan telepon. ” ya!!! Itu pekerjaan nagaori marihatbtanjung, nanti akan saya sampaikan kepada panglulu soal pengerjaan rabat beton yang di Huta VIII Pembela” jawab nya.
Hingga kini informasi tentang pelaksaan kegiatan Rabat beton Huta Pembela belum ada penjelasan, di duga ada indikasi persekongkolan anta pendamping, pangulu dan Camat Bosar Maligas untuk menghindar dari pertanyaan wartawan terkait pelaksanan kegiatan. Hinga berita ini di kabarkan pangulu dan Camat bosar maligas tidak mberikan jawaban.







