Panyabungan, POLMAS POLDASU Online
Ketua Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Salbiah S. Ag, MM menyebutkan belum lama ini Kontingen Madina mengikuti Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung pada akhir Agustus kemarin di Medan.
Salbiah S. Ag, MM kepada POLMAS POLDASU Online Panyabungan pada Senin (05/09 /2022) mengungkapkan Kontingen Madina berhasil meraih beberapa juara dalam beberapa cabang permainan dalam event itu.
Disebutkan, Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) tingkat Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung sejak Minggu 28 Agustus hingga Rabu 31 Agustus 2022 tersebut resmi berakhir pada Rabu (31/8/2022) , dimana kegiatan tersebut di helat di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), sebutnya.
Disampaikan Kontingen Madina berhasil meraih beberapa juara yakni Lomba Egrang Putri, atas nama Sahara Novianto berhasil menjadi juara 1, kemudian untuk kategori Congklak Putra, juara 3 atas nama Aswat. Lomba Terompa Putra, Kabupaten Madina juara 3. Lomba Terompa Putri, kontingen Kabupaten Madina berhasil jadi juara 2., ujarnya.
Walaupun semuanya belum mendapatkan juara Satu tapi kita mengapresiasi dan bersyukur kepada Tuhan yang maha esa atas keberhasilan mereka itu.
Tentu lomba lomba yang kita ikuti, ujar Salbiah S.Ag, MM, itu tidak hanya semata untuk menjadi juara, namun yang utama adalah dalam menggali, serta melestarikan permainan rakyat dan olahraga tradisional di Sumut.
“PKD ini momentum agar kekayaan budaya dan permainan rakyat kita tetap hidup,” ucap Salbiah S. Ag, MM yang juga merupakan kepala MAN 1 Mandailing Natal Plus Keterampilan, Riset dan teknologi itu.
Kemudian disampaikan, PKD bagian dari implementasi dan sejalan dengan UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, pemeliharaan dan penyelamatan budaya,” .
“Kami selalu mendukung kegiatan positif. Apalagi kegiatan ini berorientasi pada nilai-nilai dan karakter asli bangsa kita. Apalagi dijelaskannya dalam Undang-Undang tersebut permainan rakyat dan olahraga masuk dalam 2 Objek pemajuan kebudayaan yakni Permainan rakyat dan olahraga tradisional”, jelasnya.
Kita berkomitmen sebut Salbiah S. Ag karena program dan kegiatan ini sangat erat kaitannya dengan pembinaan dan pelestarian permainan tradisional Indonesia khususnya permainan khas Sumatera Utara,”.
Oleh karena itu, dengan event PKD tersebut kita telah berkontribusi menjaga ketahanan bangsa melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional,” imbuhnya. (071)







