Panyabungan, POLMAS Poldasu Online
Empat Tahun sudah setelah banjir Muara Saladi Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal (Madina), tepatnya tanggal 12 Oktober 2018 yang menelan korban dua belas anak-anak, dan meluluhlantakkan SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi. Namun hingga saat ini sekolah tersebut belum juga tersentuh pembangunan.
Kondisi anak-anak saat ini, menumpang belajar di gedung madrasah desa setempat, persis di samping sekolah mereka yang hancur dihantam banjir bandang.
Miris dan memprihatinkan bila dilihat kondisi mereka belajar dalam dua ruangan yang disekat dengan kain tirai menjadi lima bagian. Satu ruangan di sekat menjadi tiga bagian dan satu lagi di sekat menjadi dua bagian.
Pada dua ruangan yang disekat menjadi lima bagian tersebutlah anak-anak belajar mulai kelas satu sampai kelas enam. Bisa dibayangkan bagaimana mereka belajar tentu jauh dari kata nyaman.
Wakil Ketua komite SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi yang dijumpai di Muara Saladi pada Selasa (30/08/2022), Haidir Batubara menuturkan pihak sekolah dan komite sudah sering kali membuat proposal yang ditujukan Kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, terkait pembangunan gedung baru SD 235 Patahajang Muara Saladi hingga saat ini belum juga mendapat perhatian untuk pembangunan sekolah tersebut.
Terkait penyerahan proposal atau permohonan pembangunan gedung baru SD Negeri 235 Patahajang Muara Saladi hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Desa Muara Saladi Syafaruddin. Ia menyebutkan proposal dan surat hibah telah diserahkan kepada Bupati Drs Dahlan Hasan Nasution (mantan bupati) pada awal Tahun 2019, pada saat penyerahan, waktu itu didampingi oleh Camat dan tokoh masyarakat.
Selain itu Kepala desa juga menambahkan bahwa pihaknya sudah beberapa kali menyerahkan proposal dan yang terakhir pihaknya menyerahkan proposal langsung kepada Bupati Madina H.M Ja’far Sukhairi Nasution.
“Saat itu saya bersama Kepala sekolah dan komite menyerahkan proposal di ruangan bupati, dan pada saat itu langsung didisposisi oleh Bapak Bupati yang selanjutnya diserahkan kepada dinas pendidikan Madina agar segera ditindak lanjuti. Namun hingga saat ini belum juga ada realisasinya, “ujar Syafaruddin.













