Deli Serdang, polmaspoldasu.id
Polisi menjelaskan kasus penembakan yang melibatkan organisasi masyarakat (ormas), terjadi di Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (18/10/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Insiden itu berujung penembakan yang menewaskan Doni alias Doni Pacek (40) warga Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, saat berada di dalam mobil.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan, aksi penembakan terjadi secara terencana di atas kendaraan ketika mobil yang ditumpangi korban diadang oleh sekelompok orang yang mengendarai sepeda motor.
“Bahkan ternyata itu informasinya penembakan di dalam mobil. Ini terjadi antara sesama grup (ormas) begitulah,” kata Ferry Walintukan, Senin (19/10/2026).
Kapolsek Tanjung Morawa AKP Jonni Damanik menjelaskan, peristiwa bermula ketika DN bersama rekan-rekannya menerima panggilan telepon yang meminta bantuan lantaran ada insiden penyerangan di kawasan Desa Bandar Labuhan.
DN bersama rombongannya bergegas menuju lokasi menggunakan mobil. Namun, saat melintasi Dusun IV Desa Bangun Rejo, kendaraan yang ditumpangi DN mendadak diadang oleh rombongan pelaku yang mengendarai sepeda motor.
Para pelaku dilaporkan membawa senjata tajam serta senjata api, lalu melesakkan beberapa kali tembakan hingga menembus kaca mobil korban.
Korban meninggal dalam mobil. Peluru yang dilesakkan menembus leher DN hingga meninggal di tempat.
Selain DN, seorang rekannya yang berada di dalam mobil menderita luka tembak di bagian paha. Tembakan bertubi-tubi tersebut membuat pengemudi hilang kendali.
Mobil yang melaju liar itu kemudian oleng hingga menghantam teras rumah warga, tiang listrik, serta menabrak seorang anak kecil yang berada di sekitar lokasi jalanan desa.
“Karena oleng dan hilang kendali, mobil lalu menabrak teras rumah warga, tiang listrik, dan pengguna jalan,” terang AKP Jonni Damanik.
“Korban (DN) meninggal dunia, kemudian ada temannya yang terkena di pahanya. Sementara ada anak kecil itu dilanggar (ditabrak) mobil,” sambungnya.
Bentrokan tersebut memicu kepanikan warga sekitar yang berhamburan keluar rumah.
Amuk massa sempat nyaris membakar mobil korban yang ringsek, namun berhasil diredam oleh petugas kepolisian dibantu perangkat desa setempat.
Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan beberapa saksi kunci yang berada di dalam mobil saat peristiwa penembakan terjadi guna dimintai keterangan intensif.
Sementara itu, jenazah DN telah menjalani proses otopsi di RS Bhayangkara Medan dan sudah diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.
Polda Sumut bersama Polresta Deli Serdang kini menerjunkan tim khusus untuk mengejar para pelaku penembakan yang mengendarai sepeda motor tersebut.
Langkah pengamanan juga dilakukan guna mengantisipasi potensi timbulnya bentrokan susulan di wilayah Tanjung Morawa.
Selasa 20/10/2026, 2 (dua) pria terduga penembakan telah di amankan polisi guna menggali informasi lebih lanjut.
Ketua DPP FORWASPAMS RI, Sulino turut berdukacita sedalam-dalamnya, dan mengutuk keras kejadian ini harus di tindak tegas agar tidak mengabaikan hukum di NKRI ini.
Atas kepergian Doni Pacek, Wakil Komando Pasukan Inti (Koti) MPC PP Deli Serdang, Junaidi sebagai ketua MPC Pemuda Pancasila (PP) Deli Serdang pun merasa berduka dan terpukul.
Ia kehilangan kader terbaik di organisasi Pemuda Pancasila.
Dalam peristiwa ini, Junaidi pun turut mendesak Polresta Deli Serdang segera mengungkap kasus ini dan menangkap otak di balik penyerangan terhadap Doni Pacek.












