Madina Polmas Poldasu
Bendahara Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (SATMA AMPI) Kabupaten Mandailing Natal, Muhammad Saleh, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pertamina yang mengambil alih operasional SPBU 13.229.105 Saba Purba, Desa Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal, pasca ditemukannya dugaan pelanggaran dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Menurut Muhammad Saleh, langkah Pertamina melalui skema Kerja Sama Operasional (SKO) merupakan bentuk keseriusan dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
“Pengambilalihan operasional ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh. Kami mengapresiasi langkah Pertamina, tetapi jangan sampai berhenti sebatas pergantian kendali operasional. Dugaan praktik pelangsiran dan pihak-pihak yang terlibat harus diusut sampai tuntas,” tegas Muhammad Saleh.
Ia menilai, dugaan penggunaan QR Code Subsidi Tepat yang berbeda-beda untuk melakukan pengisian BBM secara berulang merupakan persoalan serius yang perlu ditelusuri secara transparan, termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum yang memfasilitasi praktik tersebut.
Muhammad Saleh juga meminta Polres Mandailing Natal agar mendalami keterkaitan dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi dengan insiden kebakaran mobil Isuzu Carry di sekitar SPBU Tano Ponggol Nauli, Desa Purba Baru.
“Jangan hanya kendaraan atau pelaku lapangan yang diperiksa. Apabila ditemukan bukti keterlibatan pengelola, operator, maupun pihak lain, kami mendesak agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum harus menyentuh seluruh pihak yang terbukti terlibat,” ujarnya.
Lebih lanjut, SATMA AMPI Madina meminta Pertamina melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, pencatatan transaksi, penggunaan QR Code, serta tata kelola penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.
Menurutnya, BBM bersubsidi merupakan hak masyarakat yang membutuhkan, bukan komoditas untuk dipermainkan demi keuntungan segelintir pihak.
“Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian bahwa pengambilalihan operasional ini benar-benar membawa perubahan. Jangan sampai setelah situasi mereda, praktik serupa kembali terjadi,” tambahnya.
Muhammad Saleh menegaskan SATMA AMPI Madina akan terus mengawal persoalan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Mandailing Natal.
“Kami mendukung langkah tegas Pertamina dan Polres Madina. Namun, kami juga menuntut transparansi, evaluasi menyeluruh, dan penegakan hukum yang tidak tebang pilih. Jangan biarkan hak masyarakat atas BBM subsidi dirampas oleh praktik-praktik yang merugikan negara,” tutupnya.







