Karo (POLMAS)
Pemerintah Kabupaten Karo bersama jajaran Forkopimda memperkuat kesiapsiagaan menghadapi perkembangan aktivitas Gunung Sinabung.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto di Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung, Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).
Rapat dihadiri Bupati Karo Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama unsur Forkopimda Karo serta jajaran Polda Sumut.
Pembahasan difokuskan pada kesiapan menghadapi potensi dampak erupsi, mulai dari kesiapan personel, jalur dan lokasi pengungsian, penanganan warga terdampak, ketersediaan logistik hingga pelayanan kesehatan.
Koordinasi lintas instansi dinilai penting mengingat aktivitas Gunung Sinabung masih menjadi perhatian setelah mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026. Berdasarkan laporan BNPB, status aktivitas gunung api tersebut telah dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Bupati Karo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas dalam setiap langkah penanganan bencana. Karena itu, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD dan instansi terkait terus memperkuat koordinasi agar setiap tindakan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu.
Kapolda Sumut juga memastikan kesiapan jajaran kepolisian dalam mendukung penanganan bencana serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dalam kunjungannya, Kapolda menerima pemaparan mengenai perkembangan kondisi Gunung Sinabung dan memberikan arahan terkait kesiapan personel serta pentingnya pemantauan aktivitas gunung secara berkelanjutan.
Usai rapat koordinasi, Bupati Karo bersama Kapolda Sumut dan Forkopimda melanjutkan peninjauan ke Pos Darurat Tigakicat. Dalam kegiatan tersebut, rombongan menyerahkan paket perlengkapan bagi personel yang bertugas di posko.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan posko, personel serta kebutuhan penanganan masyarakat apabila terjadi perkembangan situasi di kawasan rawan bencana.
Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda selanjutnya akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi serta rekomendasi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, menggunakan pelindung pernapasan apabila berada di wilayah terdampak abu vulkanik, serta mematuhi arahan pemerintah dan petugas di lapangan.













