Viral! Kisah Benget Boru Purba, Yatim Piatu Penyandang Disabilitas di Pagaran Menggugah Nurani, Dinas Sosial dan IPSM Taput Bergerak Cepat

Tapanuli Utara | TabloidPolmasPoldasu.id

 

Kisah memilukan yang dialami Benget boru Purba, seorang perempuan yatim piatu penyandang disabilitas asal Desa Dolok Saribu, Kecamatan Pagaran, Kabupaten Tapanuli Utara, mengundang perhatian dan empati masyarakat luas setelah diunggah oleh kreator konten Sumanty Purba melalui akun Facebook pribadinya pada 27 Juli 2026.

 

Dalam video tersebut, seorang perempuan yang berada di lokasi menceritakan kondisi Benget. Ia menyampaikan bahwa Benget merupakan anak tunggal yatim piatu yang hidup seorang diri di sebuah rumah sederhana dengan kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Selain itu, Benget mengalami disabilitas permanen pada kedua tangannya sehingga mengalami kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain.

 

Perempuan tersebut juga menyatakan bahwa Benget belum pernah menerima bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara maupun dari pemerintah desa setempat. Pernyataan itu kemudian menarik perhatian masyarakat dan memicu gelombang simpati dari warganet yang berharap agar Benget segera mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.

 

Melalui unggahan itu, Sumanty Purba juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dapat memberikan perhatian khusus kepada Benget, termasuk mempertimbangkan penempatannya di rumah singgah atau panti sosial agar memperoleh perawatan, pendampingan, dan kehidupan yang lebih layak.

 

Menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial tersebut, pada Selasa (28/7/2026), Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Utara bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat turun langsung ke Desa Dolok Saribu untuk melihat kondisi Benget serta melakukan asesmen awal sebagai dasar penanganan lebih lanjut.

 

Ketua IPSM Kabupaten Tapanuli Utara, Teddy Simanungkalit, mengatakan bahwa pihaknya bersama Dinas Sosial langsung merespons informasi yang beredar di media sosial.

 

“Begitu kami menerima informasi tersebut, kami segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan turun langsung ke lokasi untuk melakukan asesmen. Kami ingin memastikan kondisi Benget agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik sehingga Benget memperoleh pelayanan sosial yang layak dan tindak lanjut yang terbaik,” ujar Teddy Simanungkalit.

 

Teddy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan.

 

Kisah Benget menjadi pengingat bahwa di tengah kehidupan bermasyarakat masih ada saudara kita yang menjalani hari-harinya dalam kesendirian. Tanpa ayah dan ibu sebagai tempat bersandar, serta dengan kondisi fisik yang membatasi aktivitasnya, Benget terus berjuang menjalani hidup dengan penuh keterbatasan. Di balik kesederhanaannya, ia hanya menginginkan perhatian, kasih sayang, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih layak.

 

Melalui pemberitaan ini, TabloidPolmasPoldasu.id mengajak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, pemerintah desa, para dermawan, organisasi sosial, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh masyarakat yang memiliki kepedulian untuk bersama-sama memberikan perhatian dan bantuan kepada Benget boru Purba. Setiap bentuk bantuan, sekecil apa pun, diyakini dapat menjadi harapan besar bagi Benget untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

 

Semoga kepedulian yang tumbuh dari hati nurani menjadi jalan bagi Benget boru Purba untuk memperoleh masa depan yang lebih layak, serta menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan akan selalu hidup ketika kita saling peduli dan saling menguatkan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed