Tarutung | Polmas Poldasu.
Pergantian kepemimpinan di Polres Tapanuli Utara menjadi momentum lahirnya semangat baru dalam memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Usai resmi menerima tongkat komando sebagai Kapolres Tapanuli Utara pada pertengahan Juli 2026, menggantikan AKBP Enis Sitinjak, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya menghadirkan institusi Polri yang semakin PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), profesional, humanis, serta dipercaya masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan AKBP Ferry Mulyana Sunarya melalui tanggapan tertulis yang dikirim kepada wartawan Polmas Poldasu, Togar Nababan, melalui aplikasi WhatsApp pada Senin (20/7/2026). Dalam keterangannya, Kapolres memaparkan visi, arah kebijakan, serta program prioritas yang akan menjadi landasan kepemimpinannya dalam mewujudkan Polres Tapanuli Utara yang modern, responsif, adaptif, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Mengusung visi “Mewujudkan Polres Tapanuli Utara yang PRESISI dan Dicintai Masyarakat,” AKBP Ferry menegaskan bahwa ukuran keberhasilan Polri bukan semata-mata diukur dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap, tetapi dari sejauh mana kehadiran polisi mampu menghadirkan rasa aman, memberikan pelayanan yang berkualitas, serta membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Visi tersebut akan diwujudkan melalui tiga pilar utama. Pilar pertama adalah menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Menurutnya, polisi tidak boleh hanya hadir ketika terjadi persoalan hukum, tetapi juga harus aktif membangun komunikasi dan kemitraan melalui program Jumat Curhat, sambang desa, bakti sosial, serta berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pilar kedua adalah menghadirkan penegakan hukum yang tegas, profesional, transparan, dan berkeadilan tanpa pandang bulu. Di sisi lain, terhadap perkara yang memenuhi ketentuan hukum, pendekatan restorative justice tetap akan dioptimalkan sebagai bentuk penyelesaian yang mengedepankan keadilan, kemanfaatan, dan keharmonisan sosial.
Sementara itu, pilar ketiga difokuskan pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh layanan kepolisian, mulai dari penerbitan SKCK, pelayanan SIM, hingga penerimaan laporan dan pengaduan masyarakat, akan terus dibenahi agar semakin cepat, mudah, transparan, dan memberikan kepastian pelayanan yang prima.
“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Harapan kami, setiap warga merasa aman, nyaman, serta semakin percaya terhadap institusi Polri,” ujar AKBP Ferry.
Memasuki 100 hari pertama masa kepemimpinannya, AKBP Ferry memilih untuk lebih dahulu mendengar aspirasi masyarakat sekaligus mengevaluasi kinerja personel di lapangan sebagai dasar dalam menyusun langkah-langkah strategis ke depan.
Prioritas awal diarahkan pada penguatan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pemetaan wilayah rawan tindak pidana 3C (Curas, Curat, dan Curanmor), peningkatan patroli malam hari, serta pengawasan di titik-titik yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Selain itu, pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan praktik perjudian menjadi perhatian serius. Menurutnya, kedua bentuk kejahatan tersebut merupakan ancaman nyata yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Di sektor pelayanan publik, Polres Tapanuli Utara akan melakukan pembenahan pelayanan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Seluruh personel diinstruksikan memberikan pelayanan yang cepat, ramah, profesional, dan berintegritas dengan mengedepankan budaya Senyum, Sapa, dan Salam, serta mengoptimalkan layanan pengaduan masyarakat selama 24 jam melalui Call Center 110.
Sementara pada bidang lalu lintas, upaya pencegahan kecelakaan akan diperkuat melalui edukasi keselamatan berkendara, pengawasan di titik rawan kecelakaan, pemeriksaan kelayakan kendaraan, termasuk sistem pengereman dan muatan, serta penindakan secara selektif terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Keberhasilan kami bukan diukur dari banyaknya operasi yang dilakukan, melainkan dari sejauh mana masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, nyaman, dan kembali ke rumah dengan selamat setiap hari,” tegasnya.
AKBP Ferry menilai Tapanuli Utara memiliki modal sosial yang sangat kuat melalui nilai-nilai budaya Dalihan Na Tolu yang selama ini menjadi perekat kehidupan masyarakat. Nilai luhur tersebut, menurutnya, akan menjadi landasan dalam membangun pola kepemimpinan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan kebersamaan.
Sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, TNI, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta kalangan pemuda akan terus diperkuat sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung keberhasilan berbagai program pembangunan di daerah.
“Polisi yang baik bukan hanya mampu menegakkan hukum, tetapi juga mampu memahami budaya masyarakat, menghormati kearifan lokal, serta hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ungkap Kapolres.
Mengakhiri wawancara, AKBP Ferry Mulyana Sunarya mengajak seluruh insan pers untuk terus menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, berimbang, dan mencerdaskan masyarakat.
Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai jembatan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menjadi mitra dalam menyerap aspirasi publik, menangkal penyebaran hoaks, serta menjaga situasi yang aman dan kondusif.
“Kami percaya, kepercayaan publik dibangun melalui keterbukaan, komunikasi yang baik, dan kerja sama yang erat. Karena itu, Polres Tapanuli Utara akan selalu membuka ruang komunikasi bagi seluruh insan pers. Mari kita bersama-sama menghadirkan informasi yang mencerdaskan dan menjaga Tapanuli Utara tetap aman, damai, serta kondusif,” tutup AKBP Ferry Mulyana Sunarya.













