Taput – Tabloidpolmaspoldasu.id
Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum penting bagi seluruh mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperketat sistem pengawasan di lapangan. Semangat transformasi yang kini diusung BGN di bawah kepemimpinan baru mendapat dukungan penuh dari Bisukma Group melalui berbagai langkah strategis yang berorientasi pada transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme pengelolaan program, Senin 8 Juni 2026.
Sebagai salah satu pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Bisukma Group menegaskan komitmennya untuk mendukung arah kebijakan dan reformasi yang tengah dibangun BGN. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan sistem digital terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat pengelolaan administrasi, keuangan, operasional dapur, hingga manajemen sumber daya manusia (SDM).
Manajemen Bisukma menjelaskan bahwa sistem digital yang saat ini diterapkan memungkinkan seluruh transaksi dan aktivitas operasional tercatat secara otomatis dan terdokumentasi dengan baik. Setiap proses memiliki jejak administrasi yang jelas sehingga memudahkan proses pengawasan, evaluasi, serta audit apabila diperlukan di kemudian hari.
“Digitalisasi bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi bagaimana membangun tata kelola yang lebih tertib, profesional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Seluruh aktivitas harus berbasis data yang terdokumentasi dengan baik sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara objektif dan terukur,” ujar perwakilan manajemen Bisukma Group.
Melalui sistem tersebut, proses monitoring pembayaran, pengelolaan anggaran, hingga pengawasan aktivitas harian dapur dapat dilakukan secara lebih efektif. Data yang terkumpul menjadi dasar evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus meminimalisir potensi kesalahan dalam pelaksanaan program.
Tidak hanya fokus pada aspek administrasi dan keuangan, Bisukma juga melakukan penguatan pengawasan operasional dapur melalui sistem yang mampu memantau kinerja harian secara menyeluruh. Pengelolaan SDM juga menjadi bagian penting dalam transformasi tersebut, sehingga evaluasi terhadap tenaga kerja dapat dilakukan secara cepat, objektif, dan berbasis indikator yang terukur.
Salah satu inovasi yang mulai diterapkan adalah sistem pencatatan dan monitoring sisa makanan atau food waste yang dihasilkan setiap hari. Langkah ini dinilai penting karena dapat menjadi indikator keberhasilan menu yang disajikan kepada penerima manfaat.
Melalui data tersebut, pengelola dapat mengetahui tingkat penerimaan terhadap setiap menu yang disajikan. Menu yang banyak menyisakan makanan akan menjadi bahan evaluasi, sementara menu yang diminati dapat menjadi referensi dalam penyusunan variasi menu berikutnya tanpa mengurangi standar gizi yang telah ditetapkan pemerintah.
“Data sisa makanan memberikan gambaran yang sangat penting. Dari sana kami bisa mengetahui apakah suatu menu diterima dengan baik atau perlu dilakukan penyesuaian. Evaluasi berbasis data ini menjadi salah satu upaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat,” jelasnya.
Selain melakukan transformasi digital, Bisukma juga memberi perhatian serius terhadap aspek keamanan pangan, sanitasi, dan keberlanjutan lingkungan. Berbagai persyaratan administrasi maupun operasional yang diwajibkan pemerintah terus dipenuhi sebagai bentuk komitmen terhadap standar pelayanan yang berkualitas.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi bukti bahwa proses pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan sesuai ketentuan yang berlaku.
Tidak hanya itu, Bisukma juga telah mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan dan memastikan limbah dapur dikelola secara aman, bertanggung jawab, dan ramah lingkungan.
Saat ini, Bisukma juga tengah berproses untuk memenuhi berbagai standar mutu lainnya, termasuk sertifikasi halal, HACCP, dan ISO. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi penting dalam memperkuat kualitas layanan serta mendukung transformasi kelembagaan yang sedang dibangun BGN secara nasional.
Menurut manajemen Bisukma, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang diterima peserta didik, tetapi juga oleh kualitas sistem yang bekerja di belakangnya. Administrasi yang tertib, pengelolaan keuangan yang transparan, dapur yang higienis, pengelolaan limbah yang baik, serta SDM yang kompeten merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
“Yang dinilai bukan hanya makanan yang sampai ke penerima manfaat, tetapi juga seluruh proses yang mendukungnya. Mulai dari tata kelola administrasi, pengawasan operasional, pengelolaan keuangan, keamanan pangan, hingga pengembangan SDM harus berjalan dengan standar yang jelas dan terukur,” tegasnya.
Melalui penguatan sistem digital, peningkatan standar operasional, serta komitmen terhadap transparansi dan inovasi berkelanjutan, Bisukma berharap dapat menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia.
Dengan sistem pengelolaan yang semakin modern dan terintegrasi, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan keuangan, operasional, SDM, hingga evaluasi layanan dapat terdokumentasi secara lebih baik. Hal ini diyakini akan meningkatkan efektivitas pengawasan, memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program, serta menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional.
Bisukma meyakini bahwa transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan inovasi yang berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam membangun layanan gizi yang berkualitas, berdaya guna, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.








