Tarutung _Polmas_Poldasu
Jasad ABS (52), warga Desa Hutapea Banuarea, Kecamatan Tarutung, yang hilang terseret arus Sungai Aek Batang Toru akhirnya ditemukan tim SAR gabungan pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
Korban ditemukan mengapung di wilayah Sihambing Simasom, Kecamatan Pahae Julu, sekitar 7 kilometer dari titik awal kejadian di Batu Hopit. Tim langsung mengevakuasi jenazah dan membawanya ke RSUD Tarutung untuk dibersihkan sebelum diserahkan ke keluarga.
Peristiwa terjadi Senin (25/5/2026). Sekitar pukul 09.00 WIB, ABS berangkat memancing bersama rekannya, Luhut Pasaribu, menuju kawasan Batu Hopit, Desa Hutapea Banuarea.
Tiba di lokasi pukul 10.00 WIB, keduanya beristirahat sejenak di gubuk pinggir sungai. Pukul 11.00 WIB mereka mulai memancing dengan jarak sekitar 15 meter.
Sekitar pukul 13.00 WIB, Luhut menyadari ABS sudah tak ada di tempat. Saat menyisir sungai, ia sempat melihat kepala korban muncul di tengah derasnya arus. Karena arus terlalu kuat dan sungai dalam, Luhut tak bisa menolong. Ia segera kembali ke kampung untuk meminta bantuan warga.
Sejak laporan masuk pukul 15.30 WIB, tim gabungan dari Polres Tapanuli Utara, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah kecamatan, perangkat desa, BPD, dan ratusan warga langsung bergerak.
Tim dibagi ke beberapa sektor untuk menyisir sungai dari Batu Hopit hingga ke Pahae Julu. Komunitas pecinta alam juga turun membantu dengan penyisiran darat dan pemantauan drone. Medan terjal dan arus deras menjadi tantangan utama selama operasi.
Camat Tarutung Renhard Lumban Tobing yang turun langsung ke lokasi menyampaikan duka cita sekaligus apresiasi atas kekompakan semua pihak.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Tarutung, saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum ABS. Empat hari tim gabungan, perangkat desa, BPD, dan masyarakat bekerja tanpa henti menyisir sungai. Akhirnya korban berhasil ditemukan hari ini,” ujarnya.
“Terima kasih kepada Polres Taput, BPBD, TNI, tim SAR, perangkat kecamatan, BPD, dan seluruh masyarakat Desa Hutapea Banuarea. Semangat gotong royong seperti ini harus terus kita jaga,” katanya.
Renhard juga mengimbau warga lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama saat debit air tinggi. “Ke depan kami akan perkuat imbauan dan papan peringatan di titik-titik rawan,” tegasnya.
Setibanya di RSUD Tarutung, suasana haru menyelimuti keluarga. Tangis pecah saat melihat kondisi jenazah.
“Kami berencana hari ini juga langsung memakamkan korban setelah dibawa pulang dari rumah sakit,” ujar B. Sihombing, perwakilan keluarga.
Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu Walfon Barimbing, membenarkan penemuan tersebut. “Saat ini korban masih berada di RSUD Tarutung untuk dilakukan pembersihan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada tim SAR, kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, perangkat desa, dan masyarakat yang telah membantu tanpa mengenal lelah selama beberapa hari terakhir,” ungkap keluarga.













