May Day 2026, SPSI Akan Kerahkan Ribuan Pekerja Turun ke Jalan, Dobrak Kebobrokan Kinerja Pemkab Batu Bara

Batu Bara, (Polmas)

 

Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) sebagai satu satunya Organisasi Pekerja terbesar di Kabupaten Batu Bara menuding kinerja Pemkab Batu Bara pada saat ini bobrok alias buruk. Penegasan tersebut ditegaskan oleh Ketua PC F.SPPP-K.SPSI Kabupaten Batu Bara Taufik Nurdin dan Sekretaris DPC K.SPSI Kabupaten Batu Bara Suhairi, S.Sos., S.H., pada acara halal bihalal yang digelar keluarga besar PC F.SPPP-K.SPSI Kabupaten Batu Bara di RJ. Cafe Desa Tanjung Gading Kecamatan Sei Suka Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (11/04/2026).

 

Menurut kedua fungsionaris SPSI itu, ada beberapa alasan kuat sehingga SPSI patut menyimpulkan kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batu Bara bobrok, yaitu:

 

Pertama, Pemkab Batu Bara sanggup menganggarkan biaya kunjungan kerja Pejabat Daerah dan DPRD dengan nilai miliaran rupiah, tapi untuk kegiatan May Day, 1 (satu) rupiah pun tidak dianggarkan.

 

Kedua, Pemkab Batu Bara sanggup membiayai kegiatan konten kreator sebesar 700 juta melalui Dinas Kominfo Kabupaten Batu Bara, tapi untuk kegiatan peringatan Hari Buruh Internasional May Day 2026, 1 (satu) rupiah pun tidak dianggarkan.

 

Ketiga, akibat kebijakan Pemkab Batu Bara yang tidak berdasarkan hukum, saat ini 60 Karyawan PT. Socfindo Kebun Tanah Gambus bakal kehilangan pekerjaan akibat rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan dilakukan pihak perusahaan.

 

Keempat, banyak janji janji Bupati yang sampai saat ini tidak ditepati, diantaranya: beasiswa bagi anak pekerja sampai sekarang nihil alias hanya isapan jempol belaka. Kemudian dana May Day yang dijanjikan akan dialokasikan anggarannya juga cuma hanya kebohongan belaka. Semua itu hanya omon omon dan live service saja.

 

Kepada sejumlah awak media, baik Taufik maupun Suhairi mengaku sangat kecewa dengan kinerja Pemkab Batu Bara, karena di Kabupaten/Kota lain selama ini mereka bisa menganggarkan biaya May Day, tapi untuk Kabupaten Batu Bara sampai saat ini Pemkab nya sepele dan memang tidak ada empatinya terhadap kepentingan pekerja/buruh.

 

Menutup keterangannya, Kedua tokoh SPSI tersebut minta kepada Kapolres Batu Bara dan Dandim Asahan untuk turun tangan menenangkan massa SPSI sebab SPSI secara tegas sudah tidak percaya dengan kinerja Pemkab Batu Bara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *