TAPANULI UTARA – TB. POLMAS POLDASU
Aktivitas survei dan pengukuran lahan yang dilakukan pihak proyek di kawasan persawahan Dusun Parikmatia, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara, menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, lahan persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan warga disebut berpotensi tenggelam, maka masyarakat Parikmatia sepakat untuk tidak setuju! dengan segala rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH).
Sejumlah pekerja proyek terlihat melakukan pengukuran terhadap lahan milik warga di area persawahan. Kegiatan ini pun mendapat perhatian langsung dari masyarakat Parikmatia Termasuk Perantau Capt Edward Hutabarat yang turun ke lokasi untuk memantau proses yang terjadi.
Sebagai Perantau dari Parikmatia menyampaikan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian warga termasuk Perantau terutama mengingat:
1. lahan terdampak berada di area persawahan yg menjadi satu satunya sumberkehidupan seluruh warga dusun parikmatia
2. Tidak terdapat area persawahanan yang memadai sebagai Alternatif pengganti menopang ketahanan pangan Dusun Parikmatia
3. sebagai tanah warisan turun temurun dan menjadi entitas marga Hutabarat yg berasal dari Parikmatia di seluruh Indonesia sudah sepatutnya utk dipertahankan kecuali di jadikan Proyek StrategisnNasional
Menurutnya, berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, lahan persawahan yang saat ini dilakukan pengukuran berpotensi menjadi area genangan apabila proyek PLTMHtersebut dilaksanakan.
“Jika rencana pembangunan PLMH ini berjalan dan kawasan tersebut menjadi daerah genangan, maka lahan persawahan masyarakat bisa tenggelam. Ini tentu menjadi kekhawatiran bagi para petani karena menyangkut sumber mata pencaharian mereka,” Capt Edward Hutabarat saat berada di lokasi survei.
Ia menegaskan bahwa dirinya saat ini berada di pihak masyarakat Parikmatia untuk menyuarakan aspirasi dan kekhawatiran warga terkait dampak pembangunan yang direncanakan di wilayah tersebut.
Selain masyarakat yang berada di kampung halaman, perhatian terhadap persoalan ini juga datang dari kalangan anak-anak perantau asal Parikmatia yang turut mengikuti perkembangan situasi di daerah mereka. Mereka berharap setiap rencana pembangunan di wilayah Pahae Julu dapat dilakukan secara terbuka serta mempertimbangkan kepentingan masyarakat lokal.
Foto dan video yang beredar dari lokasi survei tersebut merupakan dokumentasi sementara dari kondisi di lapangan. Informasi lanjutan mengenai sikap dan langkah berikutnya masih menunggu hasil rapat internal pihak Hutabarat yang saat ini sedang berlangsung di Jakarta.
Masyarakat berharap sebelum adanya keputusan terkait pembangunan proyek PLTA tersebut, seluruh pihak dapat membuka ruang dialog dengan masyarakat agar pembangunan yang direncanakan tidak merugikan warga, khususnya para petani yang selama ini menggantungkan hidup dari lahan persawahan di Desa Parikmatia, Kecamatan Pahae Julu












