Batu Bara, (Polmas)
Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Provinsi Kalimantan Barat untuk mengawasi proyek hilirisasi aluminium nasional. Fokus pengawasan diarahkan pada pembangunan Smelter Aluminium Mempawah dan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II.
Kunjungan tersebut digelar di Pontianak pada Minggu, 22 Februari 2026. Agenda ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi VI DPR RI terhadap proyek strategis nasional di sektor pertambangan dan industri mineral.
Dalam pertemuan itu, INALUM memaparkan perkembangan groundbreaking fasilitas pengolahan dan pemurnian Bauksit–Alumina–Aluminium di Mempawah. Proyek ini dirancang untuk memperkuat rantai industri aluminium nasional dari hulu hingga hilir.
Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menyampaikan bahwa integrasi pasokan bauksit, pemurnian alumina, hingga produksi aluminium akan menjadi penggerak ekonomi dan memperkuat masa depan industri aluminium Indonesia.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI, Eko Hendro Purnomo, menegaskan bahwa pengawasan dilakukan agar proyek berjalan sesuai target dan tepat waktu. Ia menyebut proyek tersebut harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah maupun nasional.
Komisi VI DPR RI juga mencermati sejumlah kendala yang berpotensi menghambat proyek, mulai dari persoalan teknis, aspek regulasi, hingga tantangan global di sektor industri mineral. DPR mendorong koordinasi lintas sektor untuk memastikan setiap hambatan dapat diatasi secara terukur.
Dengan pengawasan berkelanjutan, proyek Smelter Aluminium Mempawah dan SGAR Fase II ditargetkan menjadi fondasi penting bagi kemandirian industri mineral Indonesia. Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan transparan dan akuntabel sesuai mandat konstitusi.







