Taput – TB. Polmas Poldasu
Kabupaten Tapanuli Utara saat ini dinilai berada dalam situasi darurat penyalahgunaan narkoba. Peredaran barang haram tersebut semakin mengkhawatirkan dan disebut telah menyasar berbagai lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Jika tidak segera ditangani secara serius dan terstruktur, kondisi ini dikhawatirkan akan menggerus masa depan daerah.
Hal tersebut disampaikan Ketua GMKI Tarutung, Belaster Bolas Tua Purba, yang mengaku menerima banyak keluhan dan keresahan dari masyarakat. Menurutnya, narkoba bukan lagi isu tersembunyi yang hanya terdengar dari bisik-bisik warga, melainkan telah menjadi ancaman nyata yang merusak pelajar, mahasiswa, hingga generasi produktif di desa-desa.
“Ini bukan persoalan sepele. Jika negara lalai, maka kehancuran generasi hanya tinggal menunggu waktu. Kita tidak boleh menutup mata terhadap kondisi ini,” tegasnya.
Belaster menilai, lemahnya pengawasan, belum optimalnya edukasi berkelanjutan, serta dugaan adanya jaringan yang bekerja secara sistematis menjadi tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ia mengingatkan, apabila persoalan ini terus dibiarkan tanpa langkah konkret dan tegas, maka sama saja dengan menggali kubur bagi masa depan Tapanuli Utara.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap generasi muda, GMKI Tarutung mendesak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk segera mengambil langkah strategis, di antaranya melakukan operasi terpadu lintas sektor dalam pemberantasan narkoba, mengoptimalkan program penyuluhan dan edukasi bahaya narkoba secara berkelanjutan di sekolah, kampus, dan desa-desa, serta membuka ruang pelaporan masyarakat yang aman, terlindungi, dan mudah diakses.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap bandar maupun oknum yang terlibat dalam peredaran narkoba. Transparansi dalam setiap proses penindakan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik. Ia juga menekankan agar tidak ada praktik “main mata” yang justru melemahkan upaya pemberantasan.
“Perang melawan narkoba bukan sekadar slogan. Ini adalah perjuangan menyelamatkan generasi. Generasi muda Tapanuli Utara harus tumbuh dengan cita-cita, pendidikan, dan harapan yang besar, bukan terjerat ketergantungan dan kehancuran moral,” ujarnya.
Belaster menegaskan, kehadiran negara sangat dibutuhkan dalam situasi ini. Jika negara benar-benar hadir melalui kebijakan, pengawasan, dan penegakan hukum yang konsisten, maka generasi muda masih bisa diselamatkan. Namun, jika abai, sejarah akan mencatat bahwa semua pihak pernah diam saat masa depan dihancurkan.
“Suara kritis ini adalah bentuk cinta terhadap daerah. Kami ingin generasi Tapanuli Utara tumbuh lebih bersih, sehat, dan bermartabat,” pungkasnya.







