Tapanuli Utara – TB. Polmas Poldasu
Film “ILU” yang menjadi karya perdana tim kreator lokal ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Keberhasilan penayangan film tersebut menjadi tonggak awal perjalanan mereka di industri perfilman, sekaligus memantik semangat untuk melangkah lebih jauh dalam berkarya.
Perwakilan tim produksi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan masyarakat yang telah memberikan apresiasi terhadap film perdana mereka.
“Film ILU ini merupakan film perdana kami. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena diberi kesempatan untuk tampil dan bermain dalam film ini. Dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus berkarya,” ujar tim kreator.
Seiring dengan keberhasilan tersebut, tim produksi mengungkapkan rencana besar untuk menggarap film kedua. Menariknya, film selanjutnya direncanakan akan mengambil lokasi di tanah kelahiran mereka, yakni Kabupaten Tapanuli Utara.
Film kedua tersebut direncanakan mengangkat tema kerohanian, sejalan dengan identitas Tapanuli Utara yang dikenal luas sebagai salah satu kota wisata rohani di Sumatera Utara. Daerah ini juga memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan pelayanan misionaris Jerman, Dr. Ludwig Ingwer Nommensen.
Sebagaimana diketahui, Nommensen pernah melayani di wilayah Rura Silindung dan mendirikan pusat pelayanan pertamanya di Huta Dame, Tarutung, pada tahun 1864. Jejak sejarah inilah yang rencananya akan diangkat menjadi inspirasi cerita dalam film mendatang.
“Kami berencana mengangkat kisah perjalanan Nomensen ke Rura Silindung, Tapanuli Utara. Semoga tidak ada halangan dan semua prosesnya dapat berjalan dengan lancar,” ungkap tim tersebut.
Selain sebagai karya seni, film bertema kerohanian ini diharapkan dapat menjadi media edukasi sejarah sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai religius dan budaya Tapanuli Utara kepada generasi muda.
Tim produksi juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap karya anak daerah. Episode kedua film “ILU” dijadwalkan tayang pada 14 Februari 2026, bertepatan dengan Hari Valentine, melalui kanal YouTube resmi mereka di:
https://youtube.com/@themoritagaps
Dengan semangat dan komitmen yang kuat, para kreator muda ini berharap dapat terus menghadirkan karya-karya positif yang membanggakan, sekaligus membawa nama Tapanuli Utara semakin dikenal melalui dunia perfilman.








