Pahae Julu ▪︎ Tabloid Polmas Poldasu
Hasil pantauan langsung Media Tabloid Polmas Poldasu di lapangan mengungkap sejumlah kejanggalan pada pekerjaan rabat beton yang bersumber dari anggaran APBD di Kelurahan Onan Hasang, Kecamatan Pahae Julu, Kabupaten Tapanuli Utara. Pantauan tersebut dilakukan langsung oleh Kabiro Tabloid Polmas Poldasu, Musran Pasaribu, sebagai tindak lanjut pemberitaan sebelumnya terkait dugaan lemahnya pengawasan proyek tersebut.
Di lokasi pekerjaan, tim media menemukan bahwa pelaksanaan rabat beton terkesan dilakukan tanpa pengawasan ketat dari pihak terkait. Hal ini memunculkan kekhawatiran masyarakat mengenai mutu dan ketahanan hasil pekerjaan, mengingat proyek tersebut menggunakan dana publik.
Saat media berupaya melakukan konfirmasi kepada Lurah Onan Hasang, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum dapat dihubungi. Sementara itu, salah satu tim Tabloid Polmas Poldasu melakukan investigasi lanjutan berdasarkan laporan masyarakat setempat yang enggan disebutkan identitasnya.
Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, tim media membenarkan adanya dugaan pengerjaan rabat beton yang dilakukan secara tidak maksimal. Beton yang telah dicor diduga tidak memenuhi standar campuran material, baik dari segi perbandingan semen, pasir, maupun batu. Bahkan, pada beberapa titik, beton terlihat rapuh dan mudah terkelupas, yang mengindikasikan kualitas pekerjaan yang patut dipertanyakan.
Selain itu, ditemukan pula kondisi parit di sekitar lokasi pekerjaan yang tidak dilapisi dengan lantai semen dan langsung bersentuhan dengan tanah. Kondisi ini dinilai dapat mempercepat kerusakan dan mengurangi fungsi saluran air. Secara kasat mata, mutu pekerjaan tersebut dinilai jauh dari harapan masyarakat.
Tim media juga berupaya menelusuri keberadaan salah seorang ketua lingkungan guna meminta konfirmasi, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat saat didatangi.
Keanehan lainnya, di lokasi proyek tidak lagi ditemukan papan informasi proyek (plang proyek). Padahal, berdasarkan informasi yang diperoleh, pekerjaan tersebut seharusnya telah selesai pada tanggal 19 Desember 2025. Namun hingga saat ini, pekerjaan fisik di lapangan masih belum sepenuhnya rampung.
Ketika dikonfirmasi kepada pihak pelaksana proyek, diperoleh keterangan bahwa aktivitas pekerjaan terhambat dengan alasan menjelang Tahun Baru tidak ada kegiatan, sehingga distribusi material seperti batu dan pasir terkendala. Pihak pelaksana juga menyebutkan bahwa aktivitas pengangkutan material dikhawatirkan mengganggu lintasan sepeda motor warga yang mengangkut hasil bumi, seperti panen ubi dan durian.
Atas temuan tersebut, masyarakat berharap agar instansi terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi mutu pekerjaan serta memastikan penggunaan anggaran APBD dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan. Media Tabloid Polmas Poldasu akan terus memantau perkembangan proyek ini demi kepentingan publik dan akuntabilitas penggunaan dana negara.












